DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 12.459.578.391 (16 AGUSTUS 2018)

Reuni LDR Shandy Aulia dan Samuel Rizal di Eiffel I'm in Love 2

Purba Wirastama - 01 Februari 2018 15:12 wib
Eiffel I'm in Love 2 (Foto: soraya)
Eiffel I'm in Love 2 (Foto: soraya)

Jakarta: Bagi Shandy Aulia, Eiffel... I'm in Love yang dirilis 15 tahun silam menjadi debut aktingnya untuk film panjang layar lebar. Saat itu dia berusia 15 dan beradu akting dengan Samuel Rizal, yang tujuh tahun lebih tua. Mereka berdua memerankan pasangan tokoh Tita dan Adit, yang kelak menjadi salah satu pasangan fiktif ikonik yang mewakili hubungan jarak jauh atau LDR – long distance relationship.

Belasan tahun berselang, sekuel film adaptasi ini dibuat dengan penulis dan sutradara baru. Kisahnya masih berpusat ke hubungan Tita dan Adit. Ternyata mereka sudah berpacaran 12 tahun lamanya dan tetap terpisah jarak 11 ribu kilometer Jakarta-Paris. Shandy dan Samuel kembali bertemu, menghidupkan lagi kisah LDR beda benua ini.

"Gembira banget, terkejut," ungkap Shandy saat berbincang di kantor Medcom.id, belum lama ini.

"Saya rasa tak hanya penonton saja yang menunggu, tapi kami berdua sebenarnya juga sangat semangat untuk proyek ini, dari pertama kali menerima naskah sampai hari ini," lanjutnya.

Sammy sempat ragu saat menerima naskah. Awalnya dia tak yakin bisa menghidupkan lagi tokoh Adit yang dulu baru beranjak dewasa.

"Adit dulu ABG banget. Terus ini 14 tahun kemudian. Saya kayak ragu, bisa enggak ya? Nonton lagi ah. Akhirnya nonton lagi. Tetapi tetap gembira karena yang kedua pasti punya treatment, cerita, dan semua yang baru dan berbeda," kata Sammy.


Samuel Rizal dalam Eiffel I'm in Love 2 (soraya intercine films)

Eiffel 1 merupakan film adaptasi dari novel berjudul sama karya Rachmania Arunita. Naskah juga ditulis Arunita bersama mendiang sutradara Nasri Cheppy. Kisahnya mengikuti remaja gadis dari keluarga sangat protektif, yang tiba-tiba tinggal bersebelahan kamar dengan anak lelaki dari teman dekat keluarga. Awalnya benci, tetapi akhirnya mereka berpacaran.

Lalu Eiffel 2 ditulis oleh Donna Rosamayna dan disutradarai Rizal Mantovani. Dalam kisah ini, Tita telah berusia 27 dan menghadapi situasi bahwa teman-teman sebaya dia telah menikah. Dalam satu kesempatan, Tita dan keluarganya berkunjung ke Paris. Tita punya harapan besar, Adit akan melamar dia di kota kenangan itu.

Sammy dan Shandy menyebut bahwa naskah film kedua terasa senafas dengan film pertama kendati digarap oleh penulis berbeda, yang mana termasuk penulis baru. Namun Donna, kata produser Sunil Soraya, tumbuh besar dengan novel dan film pertama, serta sangat familiar dengan kisah hidup Tita yang mirip dengan salah satu anggota keluarganya.

"Kami belum kenal, tetapi saya sudah bisa merasakan kalau dia pasti nonton yang pertama dan merasakan karena (kalau tidak), enggak mungkin bisa menulis seperti itu," ujar Sammy.

"Pertama membaca, ada satu nafas (...). Cara penulisan dia benar-benar segar. Bahkan dia ke Paris, merasakan suasana dan kondisi kota Paris yang saat ini karena pasti sudah berbeda dari 14 tahun lalu. Saya rasa tiap penulis punya keunikan sendiri. Tapi ada nafas dan rasa senang yang berbeda," tutur Shandy.

Menyambung Jeda Panjang

Setelah Tita dan Adit resmi berpacaran di akhir film pertama, dikisahkan bahwa mereka berdua mengejar pendidikan dan karier masing-masing. Kini Tita telah menjadi dokter hewan dengan klinik yang cukup ramai dikunjungi, sedangkan Adit menjadi arsitek yang menangani beberapa proyek di Paris.

Namun selalu ada yang tak lengkap. Rizal Mantovani menyebut bahwa hubungan mereka tidak selancar karier masing-masing. Setelah berulang kali berkelahi dan rujuk kembali, Adit dan Tita berada di suatu titik pertanyaan, mau lanjut atau tidak. Ada batasan waktu yang harus mereka hadapi dalam usia jelang 30 serta usia hubungan 12 tahun.

"Saya melihat mereka ini awkward couple, dua orang yang sebenarnya aneh. Namun di situlah kesenangan melihat mereka. Mereka bukan pasangan normal. Dengan kegiatan berantem-baikan, back-and-forth, itu menjadi tontonan yang menarik untuk kita lihat (...). Mereka suka dengan making up, baikan. Proses itu yang mereka tunggu. Berantem terus karena mereka menunggu momen baikan," tutur Rizal dalam kesempatan sama.

"Saya rasa ini adalah sebuah tema romansa dewasa yang banyak ditemukan dan mudah-mudahan penonton bisa merasa dekat karena pernah mengalami, sedang mengalami, atau temannya sedang seperti itu," ucapnya.


Samuel Rizal dan Shandy Aulia di salah satu lokasi syuting Eiffel I'm in Love 2 di Paris (soraya intercine films)


Bagi Sammy dan Shandy, membangun kembali ikatan sebagai Adit dan Tita tidak menjadi hal yang terlalu sulit setelah belasan tahun. Lagipula, mereka beradu akting lagi di film Apa Artinya Cinta (2005) garapan Sunil Soraya serta sejumlah film televisi.

"Walaupun enggak ada proyek bareng, kami masih sering ketemu, entah enggak sengaja atau sengaja, dan masih tetap saling kontak juga. Jadi untuk hubungan pribadi, tak ada masalah. Mungkin untuk chemistry, proses pendalaman, butuh reading, pembedahan naskah," ungkap Shandy.

"Reading tiga bulan. Karena memang sudah kenal dari sebelumnya, pas masuk reading, tiga bulan kami ketemu hampir tiap hari, pasti ikatan itu akan tercipta dengan sendirinya," imbuh Sammy.

Dalam film kedua, gaya Adit dan Tita dalam memanggil nama satu sama lain tetap tak berubah. Adit menyebut dirinya dan Tita dengan nama masing-masing. Begitu pula tokoh Tita. Sammy menyebut gaya ini dapat dengan mudah mereka pakai dan tinggalkan.

Pendalaman karakter mereka berdua pun terbantu oleh keleluasaan yang diberikan oleh Rizal sebagai sutradara. Shandy menilai bahwa Rizal sangat komunikatif dalam menyampaikan apa yang diinginkan, sekaligus terbuka dalam diskusi soal karakter.

"Mas Rizal juga sangat terbantu dengan kami yang memang melewati proses Eiffel 1. Dia juga tidak sungkan dengan bertanya. Saya rasa Mas Rizal berhasil membentuk karakter Tita dan Adit sesuai porsi pada masa sekarang, tapi tidak menghilangkan seperti apa perkembangan Adit dan Tita dari Eiffel 1," ucap Shandy.

Sammy menyebut bahwa Rizal juga terbuka menampung usulan improvisasi karakter di lokasi syuting. Saat Sammy ingin menambah atau justru mengurangi porsi adegan tertentu, usulan ini dipraktikan terlebih dulu. Jika tak berhasil, perlakuan adegan langsung kembali ke perjanjian awal. Kadang usulan ini yang akhirnya digunakan.



"Ternyata ada beberapa adegan yang saya dan Shandy sudah janjian seperti apa, tapi Rizal bilang itu keren. Jadi dia juga terbuka. Memerdekakan artisnya," kata Sammy.

Jika menyimak kisah Eiffel pertama dan sekuelnya, kisah relasi seperti Adit dan Tita tampaknya sangat jarang ditemui saat ini. Mereka bertemu saat remaja dan masih berpacaran hingga lebih dari 10 tahun berikutnya, kendati jarang bertemu.

Apakah Shandy dan Sammy percaya ada pasangan seperti Tita dan Adit?

"Kenapa enggak? Banyak lho. Teman saya pacaran tujuh tahun. Mungkin ada yang dari SMP. Rata-rata dari SMA, kuliah bareng. Mungkin delapan sampai 10 tahun pacaran baru menikah," ucap Shandy.

Namun Sammy punya pendapat lain.

"12 tahun belum pernah dengar, tapi tujuh sampai delapan. Mungkin kalau teman saya sampai 12 tahun, tangannya sudah karatan. Tapi kan ini terjadi di film, karya seni. Namanya juga film," tukasnya.

Eiffel... I'm in Love 2 akan dirilis di bioskop pada Kamis, 14 Februari 2018.


 


(ELG)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG MONTASE FILM
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA EKSKLUSIF
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 17-08-2018