Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.408.300.797 (20 JUNI 2018)

Kamu Tim Sarah atau Tim Zaenab?

Cecylia Rura - 09 Juni 2018 07:00 wib
Maudy Koesnaedi (Zaenab), Rano Karno (Doel) dan Cornelia Agatha (Sarah). (Foto: Instagram Si Doel Anak Sekolahan)
Maudy Koesnaedi (Zaenab), Rano Karno (Doel) dan Cornelia Agatha (Sarah). (Foto: Instagram Si Doel Anak Sekolahan)

Jakarta: Kapan terakhir kali kamu menonton serial Si Doel? Anak Betawi itu sungguh beruntung menarik perhatian dua perempuan dengan watak dan latar belakang berbeda. Pada akhir cerita, Doel melamar dan menikahi Sarah. Namun, pada layar sinema berikutnya jalan ceritanya akan berbeda.  

Layar sinema populer 90-an itu dianggap sebagai representasi perempuan pada zamannya. Cornelia Agatha lekat dengan peran Sarah, mahasiswi anak gedongan yang mandiri dan memiliki jiwa petualang. Sosoknya jauh dari kata kodrat perempuan saat itu yang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dan puncak hidupnya berujung pada bahtera rumah tangga, merawat suami dan anak. Cermin kekuatan kodrat perempuan diperankan Maudy Koesnaedi yang lekat dengan tokoh Zaenab dengan mimik wajah sendu, meski darah Betawi yang dikenal keras dan vokal mengalir dalam dirinya.

Lahir sejak lebih dari satu dekade dan kembali diangkat ke layar lebar setelah 14 tahun lalu, sutradara Rano Karno yang juga memegang kuat karakter Doel dalam cinta segitiga ini kembali memberikan teka-teki dengan siapa sebenarnya hati Si Doel berlabuh. Memang, dalam beberapa episode lampau Doel menaruh hati pada Sarah dan terang-terangan menganggap Zaenab sebagai adiknya.



Cornelia Agatha (Sarah). (Foto: YouTube/Ape Aje)

"Kalau Sarah dia perempuan mandiri, dia mahasiswi pada waktu itu. Antropolog lagi, tahu sendiri kalau antropolog punya jiwa adventure. Waktu itu dia ingin nulis skripsi tentang masyarakat Papua, tapi dia ketemunya anak Betawi yang sekolah tinggi. Bagi dia itu aneh (menarik)," kata Rano kepada Medcom.id di lokasi syuting Galeri Semesta kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis 7 Juni 2018.
 
"Sarah itu, dia perempuan yang keras, punya prinsip dan penyayang, ya. Kadang dia egois tapi, dia juga sangat memikirkan orang lain juga, sih. Tapi yang paling menonjol Sarah itu keras dan dia perempuan yang cerdas. Dia melihat orang lain itu, orangnya penuh empati dia tidak melihat orang lain dari yang dia punya, statusnya apa, yang saya salut dia kan perempuan yang kaya raya, tidak materialistis dan dia sangat menghargai orang lain,” kata Cornelia saat ditemui Medcom.id di lokasi yang sama.

Sarah yang dulu cenderung bersikap kekanak-kanakan dan cukup egois, tapi dengan karakter empati yang kuat, ia lantas menaruh perhatian lebih pada putra Betawi yang dulu dianggap jarang bisa bersekolah di perguruan tinggi.

 "Dulu Sarah memang menurut saya ada banyak kekanak-kanakannya juga, tapi masuk akal karena memang suka gitu sih nyebelin. Banyak mungkin perempuan belum bisa sekuat Sarah menghadapi persoalan cinta, hidup,” tambahnya.


Cornelia Agatha (Sarah) di Galeri Semesta kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis, 7 Juni 2018. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)

Sarah dan Doel bertemu ketika mobil Sarah bertabrakan dengan oplet Doel. Kebetulan, Sarah sedang mencari keluarga Betawi untuk menjadi bahan penelitian. Dari pertemuan itu, Sarah memilih untuk lebih dekat dengan keluarga Doel. Lambat laun hubungan mereka makin dekat.

Dalam silsilah percintaan, terjadi persilangan yang cukup rumit. Sosok Roy yang juga orang gedongan (kaya raya) diperankan mendiang Djoni Irawan yang mengincar Sarah dan kerap bersikap posesif, meski Sarah sudah menunjukkan sikap penolakan. Sarah memilih Doel, putra Betawi yang saat itu berkuliah sekaligus berprofesi sebagai sopir oplet.

Selain Sarah, ada Zaenab yang juga menaruh hati pada Doel, tapi tidak cukup menarik perhatian Doel. Sementara di belakang Zaenab ada Ahong Cukong alias Ko Ahong yang juga mengincar Zaenab untuk segera dijadikan istri.



Maudy Koesnaedi (Zaenab). (Foto: YouTube/Ape Aje)


"Zaenab, dia memang perempuan Betawi yang kodratnya memang hanya sebagai perempuan. Ingin sekolah tinggi tapi orangtuanya melarang. Saya pikir bukan hanya perempuan Betawi, tapi perempuan Indonesia. Mungkin enggak semua, tapi hampir rata-rata kalau anak Betawi, kalau perempuan, elu enggak usah sekolah tinggi-tinggi akhirnya kawin juga, intinya cuma itu,” ucap Karno memaparkan karakter tokoh Zaenab.

 
"Zaenab, sebenarnya, dia itu anak yang berusaha berbakti sama orangtuanya. Sama ibu dan bapaknya. Tapi, melihat karakter ibunya yang sangat keras dan sangat materialistis. Sementara dia, jatuh cinta kepada Bang Doel jadi kan bertentangan dengan kata hatinya bahwa dia disuruh, tapi ibu pinginnya sama Bang Ahong. Dia mencoba mengikuti, menerima jalan yang ada dan tetap walaupun dia tahu Doel waktu itu lebih memilih menganggap dia sebagai adik tapi itu cukup buat Zaenab, yang penting Bang Doel ada dalam kehidupan dia,"  jelas Maudy kepada Medcom.id yang saat itu tengah beristirahat di lokasi yang sama.



Maudy Koesnaedi (Zaenab) di Galeri Semesta kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis, 7 Juni 2018. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)

Seperti gadis desa pada umumnya, Zaenab yang dikekang untuk tidak bersekolah di perguruan tinggi hanya bisa bercita-cita dipersunting pria idamannya.

"Mimpinya dilamar dan menikah mendampingi Doel. Bagi Zaenab, dia menjalankan itu dengan ikhlas banget walaupun dia tahu kondisinya Doel sama Sarah belum selesai. Tapi bahwa dia di situ sebagai istri Doel, merawatnya dia menjalankan itu dengan sangat bahagia,” imbuhnya.

Maudy sendiri sudah merasa lekat dengan peran Zaenab. Berbeda dengan Sarah, Zaenab yang lahir dan besar dengan latar belakang keluarga Betawi yang kental memiliki sikap lembut dan penurut. Sikapnya ini pun kadang kala menjadi perbincangan lantaran jarang ada orang Betawi bersikap selembut Zaenab. Ia mengakui perannya ini bertolak belakang dengan sikap orang Betawi pada umumnya yang dikenal keras dan vokal.

"Kayaknya waktu itu banyak yang bilang enggak ada yang selemas (kalem) Zaenab, kalau orang Betawi lebih speak up. Ya, waktu itu Bang Rano kan bilang enggak semua Betawi keras, ada halusnya. Jadi mungkin Zaenab yang halusnya, kalau Betawi asli kan semua pada nyablak, lebih ceplas ceplos, kalau Zaenab kayak bapaknya (Rohim) lebih tenang,” jelasnya.

Gara-gara Sarah dan Zaenab, penggemar serial keluarga Si Doel terbagi menjadi dua: Tim Sarah dan Tim Zaenab. Sarah, perempuan yang ditaksir oleh Doel dan Zaenab, perempuan yang dijodohkan dengan Doel.

Pemeo terhadap Stigma Anak Betawi


Cuplikan Babeh (Benyamin Sueb) marah kepada Doel (Rano Karno) yang memilih menjadi sopir oplet daripada meneruskan sekolah. (Foto: YouTube/okelahize)

Sebenarnya, di balik dua karakter berbeda itu Rano Karno menyelipkan pemeo (sindiran) tentang emansipasi wanita dalam konflik Sarah dan Zaenab. Sementara pada Doel memiliki konflik sendiri sebagai putra Betawi yang saat itu jarang bisa bersekolah di perguruan tinggi hingga bekerja di sebuah perusaaan. Ditambah, keberuntungannya mencuri perhatian anak gedongan dan mempersuntingnya.

"Ini sebenarnya konflik, yang satu ingin eksistensi yang satu ingin pengakuan ilmiah istilahnya. Si Zaenab dilarang kuliah tapi dia terima. Doel kan memang seorang mahasiswa kebetulan dia sekolah tinggi, ada orang Betawi tapi enggak banyak. Sampai sekarang kalau kamu lihat sekarang karena apa? Ada pemeo. Kalau orang Betawi kerja di pemerintah sama saja kerja di company, boleh kamu survei enggak banyak orang Betawi kerja di pemerintahan, ada tapi jumlahnya enggak banyaklah kerjanya di company gitu,” jelas Rano.

Pemeo ini sebenarnya sudah dijelaskan sejak detik pertama sinema ini dimulai. Ya, pada soundtrack lagu Si Doel Anak Sekolahan.

“Anak Betawi, ketinggalan zaman, katenye...”
“Siape bilang Anak Betawi pade betingke? Siape bilang anak Betawi pade buaye?”
“Anak Betawi, enggak berbudaye, katenye...”


Sinetron ini kemudian diangkat dalam layar lebar berjudul Si Doel The Movie yang tayang perdana di Belanda pada 23 Juli 2018 untuk memenuhi kerinduan penggemar sinetron Si Doel. Sementara di Indonesia akan tayang perdana pada 2 Agustus 2018.

Sebelum cerita ini diangkat dalam ke layar lebar, Doel dan Sarah berpisah. Sarah yang saat itu tengah mengandung anak Doel memilih meninggalkan Doel ke Belanda. Doel sendiri tidak mengetahui Sarah tengah mengandung. Lama menunggu kepulangan Sarah, Doel akhirnya mempersunting Zaenab yang saat itu masih menjaga hubungan baik dengan Doel dan keluarga, meski saat itu hubungannya dan Sarah belum selesai alias tanpa status. Sampai akhirnya, Doel kembali pergi menjemput Sarah ke Belanda atas undangan dari Adam. Dalam film, Rano juga menjelaskan pemantik kepergian Sarah tanpa sebab dari kehidupan Doel.

"Ada kejadian yang memang harus Doel lakukan yaitu Doel menyelamatkan nyawa. Pada waktu itu Zaenab keguguran dan diminta ayahnya Zaenab untuk dibawa ke rumah sakit. Inilah bibit awal kenapa Sarah pergi. Itulah kebodohan kita di saat kita masih muda,” ungkap Rano.

Anyway, dirilisnya kelanjutan cerita Si Doel dalam kanvas yang lebih sempit bukan menjadi akhir cerita segalanya. Ada Doel Cilik, anak Doel dan Sarah yang akan meneruskan perjalanan hidup Si Doel. Rencananya, kisah Si Doel selanjutnya yang diperankan oleh aktor cilik Rey Bong akan berlanjut dalam bentuk sinetron.

Nah, kamu sendiri masih di Tim Sarah atau Tim Zaenab?



 


(ELG)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG FILM INDONESIA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA EKSKLUSIF
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 21-06-2018