Teater Harry Potter Terbaru akan Jadi Pentas Termahal di Broadway

Purba Wirastama - 16 April 2018 14:01 wib
Teater Harry Potter and the Cursed Child (pottermore.com)
Teater Harry Potter and the Cursed Child (pottermore.com)

New York: Waralaba kisah Harry Potter telah mencapai sejumlah rekor penjualan sejak novel pertama terbit pada 1997. Kini satu rekor baru hendak dicapai, yaitu pementasan teater non-musikal termahal di Broadway lewat Harry Potter and the Cursed Child.

Seperti dilaporkan New York Times, teater dua bagian ini menghabiskan total dana USD68,5 juta atau sekitar Rp943,4 miliar untuk bisa dipentaskan di Lyric Theater, salah satu teater Broadway di kota Manhattan berkapasitas 1.600-an orang. Gedung teater itu kini sedang direnovasi untuk keperluan pementasan tersebut.

Salah satu bagian gedung yang direnovasi adalah penambahan dekorasi eksterior sebagai penanda simbolik pertunjukan, yaitu sebuah sayap di bagian depan dan sebuah sarang dengan seorang anak kecil di dalamnya. 

Dana sebesar itu tidak hanya mencakup urusan modal yang mencapai USD35,5 juta, tetapi juga untuk memulihkan Lyric Theater seperti semula dengan dana USD33 juta. Modal awal pun sudah melampaui dana pertunjukan teater non-musikal lain sepanjang sejarah Broadway. Modal ini digunakna untuk renovasi, latihan, gaji pemain, dan produksi panggung. 

Pertunjukan non-musikal di Broadway biasanya hanya menghabiskan modal antara USD3 juta sampai USD5 juta atau sekitar Rp41,3 miliar sampai Rp68,8 miliar. Bahkan untuk pertunjukan musikal, jarang ada yang menembus angka USD25 juta atau Rp344,3 miliar. 

Tidak hanya itu, jalan menuju proyek pementasan ini juga telah menelan biaya besar. Sebelum Cursed Child mendapat tempat di Broadway, The Ambassador Theater Group dari Inggris menghabiskan dana sekitar USD23 juta untuk meyakinkan grup Cirque du Soleil, supaya menutup musikal Paramour dan memberi tempat bagi Cursed Child di Lyric Theater. 

Harry Potter and the Cursed Child berdurasi total lima jam dan dibagi menjadi dua bagian . Kisahnya adalah kelanjutan dari tujuh seri novel karangan JK Rowling dengan latar waktu 19 tahun setelah kisah di buku terakhir Deathly Hallows. Naskah teater ditulis oleh Jack Thorne berdasarkan cerita buatan Thorne, Rowling, dan sutradara John Tiffany.

Sebelumnya, pertunjukan ini sukses dipentaskan di London selama 22 bulan dan mendapat sembilan penghargaan Olivier. Untuk New York, teater ini akan dibuka perdana bagi publik pada 22 April 2018. Setelah sesi New York selesai, produksi ketiga akan berlangsung di Melbourne, Australia pada tahun depan. 

Delapan film adaptasi Harry Potter telah dirilis di bioskop dalam kurun 2001-2016. Menurut catatan Box Office Mojo, kedelapan film ini telah menghasilkan pemasukan kotor sebesar USD7,72 miliar untuk lingkup internasional. Film sempalan Fantastic Beasts and Where to Find Them telah dirilis pada 2016 dan akan disusul sekuelnya pada akhir tahun ini. 



(DEV)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG HARRY POTTER
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA FILM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 20-04-2018