DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.052.810.215 (14 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Sutradara Janjikan Ketegangan yang Intens di Film Sabrina

Cecylia Rura - 07 Juli 2018 19:06 wib
Rocky Soraya. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)
Rocky Soraya. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)

Jakarta: Sukses dengan film The Doll 2 yang berhasil menjadi film box office di tahun 2017 tidak menghentikan Rocky Soraya terus mengembangkan cerita boneka Sabrina. Ada perbedaan yang kali ini ditawarkan lewat sempalan dari sekuel The Doll.

Film Sabrina disutradarai Rocky Soraya yang merangkap sebagai produser sekaligus pembuat cerita. Film ini diproduksi Hitmaker Studio.

"Film ini saya bikin sedikit berbeda dari The Doll 2. Ceritanya digali lebih banyak dan pengembangan karakter lebih bagus," kata Rocky dalam jumpa media film Sabrina di XXI Senayan City.

"Kami membuat kehidupan baru untuk karakter Maira. Dia menikah dengan Aiden, tapi mereka menerima Vanya sebagai anak baru karena keluarganya (keluarga kakak Aiden) sudah meninggal. Mereka menjaga yang bukan anak mereka dan anak mereka seperti tinggal dengan orang asing. Itu membuat karakter mereka menarik, ketika memasuki scene horor karena mereka belum saling kenal. Lewat scene horor, karakter mereka digali dan berubah. Bukan hanya horor tapi (penggalian) emosi juga," papar Rocky.

Pergolakan batin dalam keluarga Aiden ditambah kehadiran Baghiah dalam boneka Sabrina turut menjadi bumbu kental dalam film Sabrina. Action, drama serta thriller berdarah-darah dipadu hingga membentuk adegan-adegan yang tampaknya digaral cukup serius.

Beberapa potongan adegan efek kejut yang menghentakpenonton ikut ditampilkan, diiringi penampakan sosok Baghiah, anak iblis yang mendekam di boneka Sabrina.

Durasi dikemas panjang untuk memberikan ketegangan yang berbeda. Nyaris setengah dari total durasi film dibalut nuansa horor dan action.

"Filmnya berdurasi 1 jam 55 menit. Hampir dua jam, tapi 1,5 jam dari durasi itu action dan horor. Itu yang menjadi tantangan dalam membuat film ini," kata Rocky.

Suguhan berbeda ini terdapat dalam teknik pengambilan gambar dari beberapa tokoh dalam cerita. Sehingga, penonton mendapatkan sensasi lebih dari sekadar menonton yaitu ikut merasakan apa yang dialami pemain dalam film.

"Kami syuting 35 hari, kita make sure yang di-shoot adalah sesuatu yang memang baik dan menegangkan. Bisa dilihat dari shoot pertama film ini, ada shoot yang hampir dalam dua menit tidak di-cut. Dia lari dari luar sampai masuk ke dalam rumah, ke atas untuk memperlihatkan kalau kita sebagai karakter ini apa yang terjadi," papar Rocky kepada Medcom.id.

"Hal-hal seperti itu kita menggali lebih banyak. Penonton tidak hanya merasa menonton sebuah film tetapi merasa seperti berada di roller coaster ride, lebih seru," jelasnya.

Selain itu, Rocky juga menawarkan komponen khusus dalam film berdurasi panjang ini seperti pengembangan karakter seiring berjalannya cerita.

"Pengembangan karakter, ceritanya. Bukan di horor justru. Dalam 1 jam 55 menit kita bisa merasakan bagaimana  perubahan karakter dari yang awal mereka dekat sampai apa yang akan terjadi. Mungkin mereka juga tidak dekat jadi dekat, perkembangannya dengan kejadian-kejadian ini," terang Rocky.

"Intinya kan dia (Vanya) memanggil ibunya, ada heart feeling juga dengan keluarga barunya ini kok dia masih memanggil ibunya, kami masih belum dianggap keluarganya. Horror action itu enggak pecah dari ceritanya," kata Rocky.

Syuting dilakukan di sembilan hingga sepuluh lokasi mulai dari Sentul, Bandung, Bogor hingga ujung Pulau di Banten.

Aktor yang berperan antara lain Luna Maya, Christian Sugiono, Sara Wijayanto, Jeremy Thomas dan Rizky Hanggono.

Sabrina dijadwalkan tayang di bioskop mulai 12 Juli 2018.


 


(ELG)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG FILM INDONESIA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA FILM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 21-11-2018