14 Film Barat Romantis dengan Akhir Bahagia (bagian 2)

Cecylia Rura - 14 Februari 2018 10:55 wib
Notting Hill (Foto: Moviepostercompany)
Notting Hill (Foto: Moviepostercompany)

Jakarta: Hari Kasih Sayang atau populer dengan istilah Valentine's Day dirayakan sebagai momen terbaik untuk berbagi kasih sayang. Kendati sebenarnya, bentuk kasih sayang terbaik bisa diberikan kapan saja.

 
Momen perayaan ini rutin diperingati tahunan setiap tanggal 14 Februari. Menyambut hari berbagi kasih sayang, berikut daftar film romantis dengan akhir cerita bahagia rekomendasi Medcom.id.
 
8. Notting Hill (1999)
 
Drama romantis ini mengisahkan tentang dua insan dari latar belakang sosial berbeda yang dimabuk asmara. Dikemas manis dan sederhana, film ini menceritakan kisah cinta Anna Scott (Julia Roberts) dan Hugh Grant (Will Thacker).
 
Anna yang adalah seorang aktris saat itu melakukan promo film di Inggris. Momen tersebut dimanfaatkan Anna untuk melihat koleksi buku di sebuah toko di Notting Hill yang saat itu dijaga oleh Will. Mereka mengobrol singkat saat itu. Tanpa sengaja mereka kembali bertemu dan Will menumpahkan minumannya di pakaian Anna. Will lalu menawarkan Anna untuk berganti pakaian di apartemennya. Sebelum pulang, Anna mencium Will, kisah asmara mereka dimulai di sini.
 
Dalam menjalin hubungan tersebut, Will harus menelan pil pahit ketika tahu Anna telah memiliki kekasih di Amerika. Setelah itu, Will dan Anna juga harus berjuang mempertahankan hubungan mereka ketika telah tercium oleh pers dan merusak hubungan mereka.
 
9. Begin Again (2013)
 
Meski pada genre tercatat film ini sebatas drama tanpa unsur romansa, ada beberapa adegan yang bisa dikategorikan sebagai cuplikan romantis. Cerita ini bermula ketika produser musik Dan Mulligan (Mark Ruffalo) memperjuangkan pekerjaannya sebagai eksekutif label rekaman mencari musisi untuk berkolaborasi dengannya. Beruntung, ia melihat Gretta James (Keira Knightley) yang saat itu bernyanyi di atas panggung dengan gitarnya.
 
Dan kemudian mengarungi berbagai cerita untuk bisa mengobritkan Gretta yang saat itu kurang yakin bisa menembus pasar musik. Sementara, Gretta sendiri merupakan mantan kekasih dari Dave Kohl (Adam Levine) musikus terkenal saat itu.
 
Melalui petualangan panjang mencari inovasi baru dalam musik, Gretta mengagumi sosok Dan yang saat itu kebetulan tengah diambang keputusan perceraian. Gretta kemudian mengambil jalan tengah dengan mendekati anak Dan lalu membujuk Dan untuk berdamai dengan istrinya.
 
Gretta kemudian menghadiri sebuah konser Dave Kohl yang menyanyikan satu lagu spesial untuknya.
 
Lewat film ini, singel Lost Stars yang dinyanyikan oleh Adam Levine kian populer hingga sekarang.
 
10. Eat, Pray, Love (2006)
 
Film ini mengangkat kisah dari memoar penulis Amerika Elizabeth Gilbert yang menjelajah dunia setelah mengalami perceraian. Ia merasa telah kehilangan gairah untuk hidup. Liz pun menyerahkan semua harta kekayaannya kepada mantan suaminya.
 
Liz Gilbert yang diperankan Julia Roberts menghabiskan waktunya di beberapa negara untuk menikmati hidupnya untuk menikmati kuliner Italia (Eat) selama empat bulan di Italia, lalu tiga bulan di India untuk keyakinannya (Pray) dan akhirnya menemukan cintanya (Love) di Indonesia lewat seorang pengusaha asal Brasil.
 
Melalui film ini, penulis ingin berbagi pesan bahwa hidup tak selalu tentang uang, karier dan cinta. Manusia lebih penting untuk mengenali dirinya sendiri terlebih dahulu.
 
11. The Vow (2012)
 
Berakar dari judul, kisah ini mengambil topik utama janji suci pernikahan yang tak bisa diingkari. Kisah ini berangkat dari Leo (Channing Tatum) dan Paige (Rachel McAdams) yang saat itu keluar dari bioskop mengalami kecelakaan parah di perjalanan pulang. Leo tidak mengalami luka parah sehingga memiliki waktu lebih menunggu Paige siuman. Sayangnya, Paige mengalami kecelakaan lebih parah dan kehilangan sebagian memori ingatannya termasuk Leo, suaminya. Memori yang diingat Paige saat itu adalah ambisinya untuk masuk ke perguruan tinggi jurusan seni dan mantan tunangannya Jeremy.
 
Leo pun bersikeras mengembalikan ingatan Paige. Namun, tidak diindahkan oleh ayah Paige. Mengetahui kabar ini, orangtua Paige mengunjunginya dan menjadi kesempatan bagi orangtua Paige mengajaknya untuk tinggal di rumah. Ayah Paige menginginkan anaknya kembali menempuh pendidikan di sekolah hukum. Butuh waktu lama bagi Leo untuk bisa mendapatkan kembali hati Paige. Hingga di akhir cerita, Paige bertemu dengan Leo di Mnemonic Cafe yang saat itu tutup. Mereka lalu mencari tempat lain untuk menghabiskan waktu berdua.
 
12. Love Actually (2003)
 
Love Actually tidak berfokus pada satu cerita. Ada sembilan cerita dan satu epilog yang dikemas dalam film berdurasi 136 menit ini. Yang menarik, ada sosok Rowan Atkinson yang memberikan bumbu komedia dalam kisah romantis ini.
 
Salah satu cerita berkisah tentang cinta segitiga antara Juliet (Keira Knightley), Peter (Chiwetel Ejiofor) dan Mark (Andrew Lincoln). Pernikahan Juliet dan Peter diabadikan oleh Mark yang saat itu menjadi best man dalam pernikahan Juliet dan Peter. Kendati Juliet dan Peter tahu Mark membenci Juliet, sebenarnya Mark telah jatuh cinta pada Juliet.
 
Saat Juliet ingin melihat hasil videonya, Mark selalu menghindar. Hingga suatu hari Juliet mengunjungi rumah Mark dan mengatakan ingin berdamai. Namun, apa yang ditemukan Juliet ternyata Mark lebih banyak mengambil gambar close-up Juliet. Mark kemudian tersipu dan mengalihkan topik bahwa Juliet pantas mendapatkan hasil yang baik.
 
Ketika Natal tiba, Mark membunyikan bel rumah Juliet, dan menaruh sebuah kotak yang memainkan lagu-lagu Natal di depan pintu rumah Juliet dengan cue cards tertulis ia mencintai Juliet tanpa berharap cintanya akan dibalas.
 
Juliet kemudian mencari Mark setelah membaca cue cards tersebut lalu mengejar Mark dan memmberinya sebuah kecupan sebelum kembali ke dalam rumah.
 
13. About Time (2013)
 
Bagi sebagi orang film ini akan mengurai air mata penonton. Tak hanya menyajikan kisah cinta sepasang kekasih, melainkan ikatan cinta ayah dan anak. 
 
Dikisahkan seorang pria bernama Tim Lake mengetahui dirinya memiliki kemampuan time-travel atau menjelajah waktu. Kemampuan ini diberitahu oleh sang ayah ketika Tim yang saat itu berusia 21 tahun kurang beruntung soal asmara.
 
Suatu ketika Tim bertemu dengan Mary (Rachel McAdams) yang membuatnya jatuh hati untuk pertama kali. Namun, di saat yang bersamaan Tim juga membantu temannya yang sedang dalam kesulitan. Kendati berhasil membantu temannya, Tim kehilangan satu momen saat bertemu dengan Mary. Tim lalu menggunakan kesempatan tersebut untuk kembali menjelajah waktu bertemu dengan Mary.
 
Kisah ini tak berhenti sampai di situ. Ada bumbu cerita di mana ayah Tim, James (Bill Nighy) diketahui mengidap penyakit kanker saat Tim dan Mary telah memiliki anak. Tim pun berniat kembali ke masa lalu untuk memperbaiki pola hidup ayahnya agar lebih sehat. Sayang, ketika Tim menggunakan kemampuannya akan ada konsekuensi di mana masa depan ikut berubah.
 
Sesekali Tim berkunjung ke masa lalu untuk bisa berbincang dengan sang ayah. Meski, saat itu ayahnya sadar Tim datang dari masa depan.
 
Pada akhirnya, Tim harus berhenti menjelajah waktu untuk bertemu dengan sang ayah karena suatu hal dan bersinggungan dengan kelahiran anak ketiga Tim dan Mary.
 
14. When in Rome (2010)
 
Pertemuan Beth Martin (Kristen Bell) dan Nick Beamon (Josh Duhamel) dikemas ringan lewat cerita dan arahan sutardara Mark Steven Johnson. Beth yang kala itu berprofesi sebagai kurator museum di New York adalah sosok pekerja keras. Karakternya begitu kuat dengan tidak ingin lagi terlibat cinta seteleah berkali-kali tersakiti.
 
Suatu ketika Beth harus pergi ke Roma menghadiri pernikahan adiknya. Awal mula perkenaan Beth dan Nick terjadi di Roma. Saat itu, Beth yang tengah mabuk mengambil koin dari fountain of love atau air mancur cinta. Konon katanya, orang yang melemparkan koin ke dalam air mancur dan berdoa tentang cinta dapat dikabulkan keinginannya.
 
Kontan, setelah kejadian tersebut beth tiba-tiba dihampiri lima pria sekaligus yang menyatakan cintanya pada Beth, termasuk Nick. Beth pun berusaha untuk bisa menghilangkan mantra itu. Namun, di satu sisi ia menyadari bahwa ia benar-benar jatuh cinta dengan Nick.
 
Bonus:
 
500 Days of Summer (2009)
 
Film ini menceritakan hidup seorang pria lajang yang melewati 500 hari bersama perempuan cantik yang memberikan momen manis sekaligus pahit dalam hidupnya. Tom (Joseph Gordon-Levitt) bekerja sebagai penulis kalimat ucapan singkat dalam sebuah kartu ucapan. Di tengah hari, muncul Summer Finn (Zooey Deschanel) pegawai baru yang menarik perhatian Tom.
 
Hubungan Tom dan Summer dimulai saat mereka kerap kali bertemu di kantor. Setelah Tom melalui hari yang panjang bersama Summer, ia harus menerima kenyataan pahit bahwa Summer tidak percaya yang namanya cinta. Summer kemudian merasa bosan degan Tom dan meninggalkannya. Sejak saat itu, keduanya pun jarang bertemu. Hari-hari Tom di kantor terasa suram dan hancur lebur. Tom pun memutuskan untuk mundur dari pekerjaannya. Lambat laun, ia mulai ikut dengan kepercayaan Summer bahwa cinta hanya terjadi dalam film.
 
Takdir kemudian mempertemukan Tom dan Summer. Saat itu, Summer telah mengenakan cincin pertunangan dan membuat Tom semakin patah hati. Summer lalu menceritakan pada Tom bahwa kepercayaannya terhadap cinta saat itu sudah salah. Summer pun mengaku telah mencintai Tom saat itu, tetapi ia merasa Tom menganggap hubungan mereka sebagai hubungan yang tidak serius. Ya, terjadi miskomunikasi antara mereka berdua.
 
Tepat di hari ke-500, Tom berhasil melupakan Summer. Takdir mempertemukan Tom dengan seorang perempuan bernama Autumn (musim gugur, setelah musim panas --summer--), yang diyakini sebagai pendamping hidupnya.



(DEV)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TRIVIA FILM
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA FILM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 22-05-2018