Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp RP2.681.945.402 (22 JULI 2018)

Nyawa Lain Yon Koeswoyo

Elang Riki Yanuar - 12 Januari 2018 21:30 wib
Jenazah Yon Koeswoyo di rumah duka (Foto: medcom/cecylia)
Jenazah Yon Koeswoyo di rumah duka (Foto: medcom/cecylia)

Jakarta: Tak ada poster atau keramaian di Balai Sarbini. Hanya ada petugas sedang membersikan bagian depan gedung. Malam itu, 9 Desember 2016 seharusnya digelar konser "Andaikan Koes Plus Datang Kembali".

Namun, terlalu antusias datang membuat saya alpa mengecek kembali jadi atau tidaknya acara itu. Rupanya, acara diundur beberapa hari jelang digelar. Konser yang ditunda hingga Februari 2017 itu akhirnya dibatalkan.

Padahal, Yon butuh panggung itu. Tidak saja karena alasan materi, tapi itulah tempat dia membuktikan diri masih bisa bernyanyi. Konser itu menjadi spesial karena menjadi panggung pertama bagi Yon setelah keluar dari rumah sakit akibat infeksi paru-paru.

Panggung Pertama Yon Koeswoyo Setelah Sakit


Jumpa pers Andaikan Koes Plus Datang Kembali (Foto: medcom/elang)

Kehilangan konser besar tak menyurutkan semangat besar Yon. Tahun 2017 menjadi momen pembuktian Yon yang sesungguhnya. Kesehatan Yon sedikit membaik meski tidak bisa seperti kembali sebelum dirawat. Tawaran manggung tetap datang. Sonny, pemain bass yang biasa mengiringi Yon mengibarkan panji Koes Plus menuturkan, mereka rata-rata manggung empat kali dalam satu bulan selama 2017.

"Koes Plus tampil di Yogya, Bali, dapat banyak manggung. Awal Desember (2017) kami manggung di Bali seminggu terus ke Yogya, sempat ke Cikarang, Jababeka. Tidak pernah dia bilang istirahat," kata Sonny saat berbincang dengan medcom.id.

Kakak Yon, Nomo Koeswoyo ketika ditemui di rumah duka sempat melontarkan keprihatinannya melihat Yon yang masih aktif bermusik di tengah kondisinya yang sakit. Tapi, Nomo yang puluhan tahun mengenal dan pernah sama-sama bergabung di Koes Plus bersama Yon, maklum. Dia tahu betul betapa kerasnya hati sang adik.

Entah kata apalagi untuk menggambarkan keteguhan sikap Yon jika berurusan dengan musik dan bernyanyi. Bagi Istri Yon, Bonita, bermusik adalah nyawa lain yang dimiliki Yon. Lewat bermusiklah, Yon menemukan semangat hidup di tengah penyakit yang terus menggerusnya. Tak ada yang bisa melarang Yon.

"Dia selalu bilang, jangan melarang saya untuk berhenti bernyanyi. Kalau saya berhenti, justru saya cepat meninggal. Menyanyi itu memang seperti nyawa dia yang lain. Hidup dan matinya ada di musik," kata Bonita saat berbincang dengan medcom.id.

Bonita merupakan orang yang mengurus jadwal manggung Koes Plus. Setiap ada tawaran datang, baik Bonita atau Sonny selalu menanyakan kesanggupan Yon tampil.


Sonny mengiringi Yon bernyanyi (Foto: medcom/elang)

"Babeh tidak bisa dilarang. Yang ada malah kami yang diomelin. Setiap ditanya, 'Beh, sanggup enggak? Bisa. Gue kuat'. Begitu terus. Semangatnya luar biasa," kata Sony.

Ketika saya wawancara dulu, Yon memang bersikeras menolak dijauhkan dari bermusik. Yon saat itu baru saja sembuh dari sakit. Tapi, dia berkali-kali bertanya kapan bisa manggung lagi kepada Sonny.

"Yang tahu kondisi badan saya kan saya sendiri. Kondisi badan seusia saya ini harus geliat. Malah gue bisa mati kalau tidak boleh menyanyi," kata Yon kala itu.

Senandung Senja Yon Koeswoyo

Kecintaan Yon kepada musik memang kerap dia tunjukkan semasa masih muda. Ketika Koes Plus vakum pada 1980-an, Yon memilih bersolo karier dan berkolaborasi dengan musisi lain.

"Karena Koes Plus vakum itu, saya bersolo karier, duet, apa sajalah. Bikin lagu sendiri. Ada yang menawarkan, ya saya terima," ujarnya.

"Saya pernah bikin band juga namanya Mayoret, bersama Maxie Mamiri, Iwan, Feri. Lagunya beda sama Koes Plus. Makanya tidak meledak, tidak laku. Suaranya suara saya, tapi musiknya lain. Musiknya keren, tapi bukan selera Indonesia. Pokoknya terlalu keren untuk waktu itu untuk tahun 1980-an. Dari dulu sampai sekarang, selera pasar kan sukanya musik yang sederhana," imbuhnya.


Yon Koeswoyo di kediamannya (Foto: medcom/elang)

Relasi Yon dan musik sepertinya hubungan yang platonik. Yon seperti membuktikan ucapannya yang seolah kehilangan nyawa ketika berjauhan dari musik. Usai tampil di Kediri pada 22 Desember 2017, kondisi kesehatannya memburuk.

"Sehabis main di Kediri, dia diam saja. Tidak banyak ngomong. Sudah tidak kuat jalan. Besoknya dicek ke rumah sakit, harus dirawat selama lima hari," kenang Sonny.

Yon berpulang pada 5 Januari 2018, tak lama usai melakukan tugas mulianya sebagai penyanyi.

Tugas Baru dari Yon Koeswoyo

Setelah Yon Koeswoyo meninggal, tidak ada lagi personel yang mengusung panji Koes Plus. Yok yang dulu sempat bergabung sudah terlebih dahulu keluar. Tak banyak pesan yang disampaikan Yon secara khusus mengenai Koes Plus kepada Sonny. Dia hanya meminta teman-teman yang biasa mengiringinya di Koes Plus untuk membimbing anak bungsunya, Kenas di jalur musik. Tugas baru itu siap dijalankan Sonny.

"Dia hanya banyak berpesan untuk menjaga Kenas. Disuruh melatih Kenas, anaknya yang kecil supaya bisa gantikan dia. Main gitarnya bagus," kata Sonny.

Kenas saat ini masih berusia 17 tahun. Setahun belakangan, dia aktif mengikuti jejak sang ayah tampil dari panggung ke panggung. Anak Yon yang lain, Gerry dan David dulu juga sempat menekuni dunia musik. Tapi, dalam sosok Kenas, Yon seperti menemukan harapan baru.

Putra Bungsu Yon Koeswoyo Ingin Teruskan Karya Sang Ayah

"Om Yon tidak pernah tahu Kenas belajar musik. Mungkin menurun bakat alaminya. Kenas sukanya lagu-lagu The Beatles dan Elvis (Presley). Om Yon pernah menyuruh dia belajar lagu-lagu Koes Plus," ungkap Bonita.


Kenas putra bungsu Yon Koeswoyo (Foto: medcom/cecylia)

Bagi Sonny, Yon adalah pahlawan musik Indonesia. Bukan hanya karena rentang kariernya yang panjang, tapi juga sikapnya yang patut dicontoh musisi muda. Langkahnya tak surut hanya karena penyakit tua mulai menyerangnya. Dia juga tak pernah melangkah jauh dari musik meski dirundung duka ketika ditinggal sang kakak, Tony Koeswoyo atau Muri.

Yon dan Koes Plus meninggalkan segudang warisan bagi generasi setelah mereka. Semasa jayanya, Koes Plus merupakan grup yang sangat produktif. Pernah dalam satu tahun band ini merilis puluhan album. Tugas lain siap dipikul Sonny yakni terus melestarikan lagu-lagu Koes Plus agar terus abadi.

Mengenang 5 Lagu yang Ditulis Yon Koeswoyo

"Dia pasti ingin Koes Plus ada terus. Mungkin tidak dalam arti manggung lagi. Tapi dia pasti ingin lagu-lagu Koes Plus terus lestari. Itu tugas kita semua," tutup Sonny.

 


(ELG)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG INDONESIA MUSIK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA INDIS
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 23-07-2018