Seniman Indonesia akan Pamerkan Karya di Beijing International Art Biennale 2017

Patricia Vicka - 14 September 2017 12:06 wib
(Foto: Patricia Vicka)
(Foto: Patricia Vicka)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Delapan seniman dari Yogyakarta akan memamerkan karya mereka pada Pameran Seni Rupa Beijing International Art Binnale (BIAB) 2017. Total, ada 25 karya seni berupa lukisan dan patung yang akan dipamerkan di Galeri Nasional Beijing, RRC.  Pameran akan berlangsung mulai 24 September hingga 15 Oktober 2017.

Kurator yang mengkoordinasi para seniman, Kuss Indarto, menjelaskan ada delapan seniman asal Yogyakarta yang akan ikut pameran, antara lain Camelia Hasibuan, Erizal, Ivan Sagita, Januri, Sigit Santosa, Yince Djuwidja, Johan Abe dan Nasirun.

“Total dari seluruh Indonesia ada 17 seniman yang berkesempatan memamerkan karya mereka di BIAB 2017. Delapan diantaranya dari Yogyakarta,” ujar Kuss dalam temu media di Yogyakarta, Rabu (13/9/2017).

Tim curator BIAB menyodorkan tema Silk Road and Wolrd Civilization  atau Jalan Sutra dan Pemberadaban Dunia, sebuah tema yang menantang bagi para seniman dan perupa. Sementara tim kurator di Indonesia mengambil tema tambahan Arus Persimpangan  untuk para perupa.

“Tema diambil karena wilayah nusantar berabad-abad tahun lalu menjadi “Jalur Sutra” untuk perlintasan berbagai kebudayaan di dunia karena meruapakan daerah perlintasan perdagangan dunia. Di CIna, melalui jalur sutra yang ada berabad-abad tahun lalu juga memberi sumbangan besar pada adanya pertukaran budaya untuk bangsa Cina sendiri dan juga nusantara,” jelas Kuss.

Dalam pameran nanti, Indonesia mendapat ruangan khusus untuk menampilakan karya para seniman. Ke-17 Seniman ini akan menampilkan karya lukisan 2 D dan patung.

Perjuangan mereka untuk bisa memamerkan karya tidaklah mudah. Para kurator dan tim BIAB melakukan seleksi ketat buntuk memilih karya yang akan dipamerkan. Setidaknya ke 25 karya seni ini telah lolos penilaian juri dari ratusan karya yang masuk.

Salah seorang Seniman, Ivan Sagita, menjelaskan ia akan menampilkan sebuah karya lukisan. Dalam lukisan tersebut terdapat gambar enam orang dari berbagai usia tengah berkumpul sambil menghadap ke sebuah tujuan. Jalan sutra dimaknai dirinya sebagai suatu perjalanan hidup seseorang dari titik awal hidupnya ke sebuah titik lain yang memiliki suatu tujuan tertentu.

“Setiap orang punya jalan sutra dalam hidupnya. Ada perjalanan yang akan dilalui untuk mencapai tujuan hidup. Selama perjalanan itu, ada pertukaran yang akan dilakukan kepada orang lain,” jelasnya.

Sementara seniman lainnya, Erizal, akan memamerkan karya yang bergambar sebuah alat tradisional Indonesia yang berasal dari timur tengah. Rebab sampai ke Indonesia sekitar abad 9 Masehi melalui jalur perdagangan Jalan Sutra. “Alat musik ini simbol adanya pencampuran budaya Timur tengah dengan Indonesia. Artinya bangsa Indonesia sejak dulu terbuka dengan kebudayaan luar,” beber pria yang lahir di Sumatra ini.

Secara keseluruhan ada 300 Seniman dari 103 negara yang akan berpartisipasi dalam BIAB 2017 di Beijing, RRC ini.
 


(DEV)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KULTUR
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MUSIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 26-09-2017