Cara Phil Collins Bernostalgia dengan Karyanya

Agustinus Shindu Alpito - 12 April 2016 22:43 wib
Sampul album Phil Collins (Foto: hetapixel)
Sampul album Phil Collins (Foto: hetapixel)

Metrotvnews.com, Los Angeles: Penyanyi solo sekaligus drummer grup musik Genesis, Phil Collins, punya cara unik merilis ulang album-album lawasnya.

Dia memilih untuk mengganti sampul album-album lama, dengan foto terbarunya, tetapi tetap menggunakan desain visual yang sama.

Album mastering ulang yang dirilis Collins adalah Face Value (dirilis perdana 1981), Hello, I Must Be Going! (1982), No Jacket Required (1985), Both Sides (1993), Dance Into The Light (1996), dan Testify (2002).



Collins memang cukup "narsis" soal sampul album solonya. Seluruh sampul album solonya menampilkan potret dirinya, bahkan dengan wajah yang sangat jelas.

Perilisan ulang album-album Collins ini merupakan retrospeksi yang menarik. Karena para penggemar bisa menyandingkan bagaimana perubahan wajah idolanya yang cukup kontras.

Pada sampul album Both Sides contohnya. Both Sides yang dirilis 23 tahun silam itu masih menunjukkan wajah Collins yang mulus. Sedangkan sampul Both Sides versi 2016, sudah terdapat keriput yang nyaris meliputi seluruh area wajah Collins.



“Saya selalu bangga dengan demo musik saya dan sering merilisnya dalam B-sides, tapi ada beberapa pengecualian, tidak termasuk koleksi-koleksi yang ini. Saya fokus soal bagaimana lagu-lagu ini terus disempurnakan saat dimainkan di atas panggung, ketimbang menunjukkan versi asli lagu itu," kata Collins soal proyek mastering ulang lagu-lagunya ini.


(ELG)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PHIL COLLINS
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MUSIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 26-04-2018