DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 19.955.605.901 (19 SEP 2018)

Senyawa Raih Piala Green Room Awards 2018 di Australia

Cecylia Rura - 13 April 2018 15:10 wib
Senyawa (Foto: dok. instagram senyawa)
Senyawa (Foto: dok. instagram senyawa)

Jakarta: Duo musisi indie Rully Shabara dan Wukir Suryadi yang tergabung dalam grup Senyawa berhasil menggenggam piala Green Room Awards 2018. Mereka mendapatkan piala sebagai bentuk penghargaan terhadap karya mereka dalam kategori Best Music Composition and Sound Design untuk kelas dansa, dengan karya musik mereka yang dimainkan mengiringi grup dansa dan koreografer asal Australia.

Nama grup Senyawa menjadi satu-satunya pegiat seni asal Indonesia yang masuk dalam daftar pemenang Green Room Awards 2018. Menariknya, mereka mendapatkan trofi kategori di mana musik mereka yang beraliran eksentrik intrumentalis dan alternatif ini digunakan sebagai pengiring musik dansa pegiat seni tari di Australia Lucy Guerin, Dance North, dan Gideon Obarzanek.

Kabar ini sebenarnya tidak cukup mengagetkan. Sebab, Senyawa sendiri merupakan band lokal asal Yogyakarta yang kiprahnya jauh lebih harum di negeri orang dan berlalu lalang di festival kelas internasioal. Setidaknya sudah 30 negara dilalui mereka untuk mengorbitkan karya-karya mereka. Negara Australia, Jepang, dan Jerman disebutkan sudah menjadi negara langganan tempat mereka tampil menyuarakan karya musik alternatif.

Dalam laporan Factmag pada Mei 2014 lalu, musisi asal Filadelfia, Charles Cohen yang menggeluti musik elektronik, berkolaborasi dengan Senyawa dalam singel mereka Di Kala Sudah.


Piala untuk Senyawa (Foto: facebook senyawa)

Elemen musik senyawa dipengaruhi karya musikal dan tradisi folklore dari nusantara. Lirik pada lagu-lagu Senyawa menampakkan khas budaya Jawa dan Sulawesi yang dianggap kental dengan nuansa Tanah Air.

Senyawa telah menerbitkan enam album sejak 2011. Karya album mereka dengan rutin per tahun dikemas dalam album baru dengan debut album self-titled (Senyawa) pada 2011, lalu Senyawa with Kazuhisa Uchihashi (2012), Acaraki (2014), Menjadi (2015), dan Brønshøj (Puncak) pada 2016.

Green Room Awards merupakan ajang penghargaan tahunan kepada insan kreatif pegiat seni yang unggul dalam bidang kabaret, kontemporer, tari, drama, theatre, musical theatre, theater comapnies dan opera.

Perhelatan kepada insan seniman ini telah digelar oleh Blair Edgar dan Steven Tandy sejak mereka membentuk Green Room Awards Association sejak 1982.

Seremonial pertama diadakan di Melbourne Concert Hall pada 1984. Asosiasi ini sendiri diikuti oleh anggota komunitas seni pertunjukan termasuk di antaranya wartawan, pelaku seni, penulis, sutradara, koreografer, akademisi, teknisi teater, dan administrator.

Sejak tahun 2011 asosiasi ini didukung penuh oleh presenter televisi asal Perancis Julia Zemiro yang kini bermukim di Australia.

Sebelumnya, asosiasi ini didukung oleh gubernur kota Victoria atau pasangannya. Kemudian pada 2004, Rachel Griffiths dan David Arkins menjadi pendukung utama hingga 2010.

Gelaran tahunan Green Room Awards yang ke-35 itu baru saja dihelat pada Senin malam, 9 April lalu di Comedy Theatre, Melbourne, Australia. Acara dipandu oleh Anni Davey dan Maude Davey. Dalam acara itu setidaknya ada 64 penghargaan termasuk Technical Achievement dan Lifetime Achievement.

 


(ELG)

ADVERTISEMENT
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MUSIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 20-09-2018