Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.400.516.227 (19 JUNI 2018)

Efek Rumah Kaca Soroti Kejanggalan Dukungan Bekraf di SXSW

Purba Wirastama - 11 Maret 2018 13:28 wib
Efek Rumah Kaca (Foto: medcom/shindu)
Efek Rumah Kaca (Foto: medcom/shindu)

Jakarta: Setelah grup musik Efek Rumah Kaca mundur sebagai delegasi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia untuk SXSW Music Festival 2018 di Texas, Bekraf memberi klarifikasi terkait persoalan jumlah personel, transportasi, dan visa yang dapat ditanggung untuk menyokong penampilan ERK.

Tak sampai sehari, ERK memberi tanggapan ulang dan menyoroti kejanggalan dukungan yang mereka maksud sejak awal.

Lewat dua pos foto berseri di Instagram pada Sabtu, 10 Maret 2018, ERK mengaku sudah menyampaikan kejanggalan terkait perbedaan harga tiket yang terlalu tinggi. Namun pihak Bekraf disebut tidak memberi tanggapan secara serius dan malah menyarankan ERK untuk membeli tiket sendiri, yang nanti bisa diganti.

Bekraf hanya mampu menyokong lima dari sembilan personel ERK yang berangkat ke Texas. Alasannya, tiket yang dibeli adalah jenis tiket ekonomi fleksibel, yang bisa berganti hari dan jauh lebih mahal dari tiket biasa. Menurut kalkulasi ERK, anggaran 'terbatas' dari Bekraf ini sebenarnya bisa dipakai untuk sembilan orang dan masih tetap memakai jenis tiket ekonomi fleksibel.

ERK juga menyayangkan Bekraf yang menutup pintu diskusi langsung dengan ERK. Mereka melakukan komunikasi dan koordinasi hanya terbatas ke panitia khusus yang ditunjuk Bekraf untuk proyek SXSW.

Berikut rangkuman tiga poin utama yang menjadi sorotan ERK.

1. Penampilan dengan Sembilan Personel

Menurut klarifikasi Bekraf, dukungan dana terbatas hanya untuk lima orang per grup musik karena dua hal. Pertama, berkaca dari SXSW 2017, Bekraf harus membatasi dana untuk tiap delegasi karena mereka juga punya sejumlah delegasi lain. Kedua, mereka mendapat saran dari panitia SXSW agar grup musik tampil dengan lima orang saja karena panggung kecil.

Terkait hal ini, ERK menyebut Bekraf telah melakukan klaim sepihak. Bekraf menyatakan ke tim SXSW bahwa ERK dapat tampil minimal dengan empat orang. Setelah ERK berhasil melakukan komunikasi langsung ke tim SXSW, yang selama itu dihalang-halangi oleh Bekraf, diketahui bahwa tim SXSW tidak bermasalah dengan penambahan jumlah personel hingga sembilan orang. Tim SXSW juga memastikan bahwa panggung ERK di sana cukup untuk formasi besar.

Menurut ERK, Bekraf memang sepakat dengan jumlah sembilan orang, tetapi mereka tetap hanya mampu menyokong lima orang. Bekraf menyarankan para personel lain didaftarkan ulang ke SXSW atas nama kru, tetapi ini justru menyulitkan proses pengurusan visa karena jumlah kru yang dianggap terlalu banyak.

2. Pembuatan Visa

Keterbatasan sokongan dana Bekraf membuat ERK harus mencari sponsor lain. Calon pihak pendukung didapat dan untuk kerja sama ini, ERK hendak memperpanjang waktu tinggal di AS. Bekraf mendukung upaya tersebut, tetapi tidak mengizinkan ada pihak pendukung selain mereka dalam rangkaian SXSW.

Karena itu, kepada calon sponsor, ERK mencoba mengajukan untuk tampil di panggung lain di luar SXSW, yaitu di New York. Persoalan ini membuat proses pembuatan Visa terhambat. SXSW dan Bekraf mengarahkan ERK untuk mengajukan visa B1/B2 untuk turis dan bisnis karena penampilan di SXSW termasuk non-komersial. Dalam wawancara dengan petugas imigrasi, rencana ERK mensyaratkan mereka mengajukan visa P1 untuk grup musik.

Pihak SXSW menolak memberikan petisi untuk visa P1 karena penampilan di SXSW sudah sudah cukup dengan visa B1/B2. Bekraf juga meminta bantuan Kedubes AS. Pada akhirnya, ERK tetap mendapatkan visa B1/B2.

3. Harga Tiket

Menurut Bekraf, anggaran transportasi ke SXSW menjadi mahal karena mereka memesan tiket pesawat jenis tiket fleksibel supaya penumpang leluasa mengubah jadwal penerbangan tanpa dipungut biaya tambahan atau denda. Namun menurut ERK, Thilma Komaling dari panitia bentukan Bekraf menyebut bahwa ERK harus menambah selisih biaya tiket jika ingin mengubah jadwal kepulangan.

Demi membeli tiket yang sama untuk empat personel lain, ERK bertanya ke Bekraf soal rute penerbangan, maskapai, dan harga tiket yang disediakan. Informasi yang diterima berganti-ganti.

Akhirnya mereka bisa menghubungi langsung agen travel yang dipakai Bekraf. Sama seperti Thilma, pihak agen menyatakan bahwa ERK harus membayar selisih harga tiket jika ingin memperpanjang waktu kunjungan ke AS.

Lewat pengecekan silang ke situs tiket maskapai China Airlines dan United Airlines, ERK juga menemukan kejanggalan perbedaan harga tiket yang terlalu jauh. Bekraf menyediakan biaya kisaran Rp47 juta per orang untuk proyek delegasi di SXSW. Menurut keterangan Bekraf dan agen travel mereka, tiket fleksibel seharga Rp32 juta dan biaya akomodasi Rp15 juta.

Namun menurut situs kedua maskapai, harga tiket ekonomi fleksibel sekitar Rp21 juta. Tiket ekonomi biasa seharga Rp18,8 juta.

"Hati kecil kami merasa tidak bisa memahami perbedaan harga yang sangat jauh sekali tersebut," tulis pihak ERK.

ERK juga menyebut Bekraf hanya sekadar memenuhi formalitas pertanggung jawaban jika pembatasan dana ini hanya berdasarkan dalih ketentuan Bekraf berdasarkan Surat Ijin dari Sekretaris Negara.

"Padahal kenyataannya merupakan praktik penghamburan uang negara," tulis ERK.

"Titik inilah yang membuat kami yakin untuk memutuskan mundur dari dukungan finansial Bekraf. Kami memutuskan untuk berangkat menuju SXSW dengan menggunakan dana mandiri yang berasal dari dukungan para sahabat, pendukung, dan pendengar ERK," lanjut mereka.

SXSW 2018 berlangsung selama 10 hari dan telah dibuka pada Jumat, 9 Maret. ERK akan berangkat ke Texas pada Senin, 12 Maret. Mereka bermain di Esther's Follies Austin pada 16 Maret dalam satu sesi selama 45 menit.
(DEV)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG EFEK RUMAH KACA BAND
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MUSIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 20-06-2018