DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.052.810.215 (14 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Pevita Pearce dan Ario Bayu Kenang Masa Remaja

Purba Wirastama - 11 Juli 2018 07:00 wib
Pevita Pearce (Foto: Medcom/Cecylia)
Pevita Pearce (Foto: Medcom/Cecylia)

Jakarta: Mesin waktu seperti ada di film Predestination atau Back to the Future memang hanya cerita fiksi. Namun kita masih bisa berandai-andai bagaimana jika sebuah perangkat mampu membawa diri kita kembali ke masa lalu.

Bagi Pevita Pearce, andaikan kesempatan itu ada selama satu jam saja, dia ingin pergi ke masa 12 tahun silam ketika masih belajar di kelas II SMP. Pevita merefleksikan titik awal perjalanan kariernya sebagai aktris dan pesohor dunia hiburan.

"13-14 tahun, SMP kelas II. Di situ, awal pertama aku masuk ke hiburan, awal pertama aku akting," ungkap Pevita kepada Medcom.id saat berkunjung ke kantor redaksi dalam rangka promosi film laga Buffalo Boys pekan lalu.

"Aku ingin mengulang seluruh pengalaman itu karena mengingatkan, kenapa aku bisa ada di sini sekarang. Kadang dalam perjalanan, kita suka lupa tujuan awalnya dan aku ingin bisa mengalami semua dari awal lagi," lanjutnya.

Pertanyaan itu adalah bagian dari permainan "what if" atau "bagaimana jika" yang kami berikan untuk Pevita, Ario Bayu, dan Daniel Adnan. Kami bertanya skenario pengandaian tertentu, mereka menjawab dengan melengkapi skenario tersebut.

Ario mengungkap dirinya juga ingin kembali ke masa remaja, tepatnya 14 tahun silam saat masih berusia 19 tahun. Namun dia ingin merasakan kembali satu masa yang begitu bebas.

"Waduh, saat itu saya punya band punk, saya ngelakuin apa-apa, wah nyanyi-nyanyi, anti-establishment, anti-corporation, bla bla bla – saya merasa sangat bebas (...). Saya ingin menghidupi lagi itu," ujar Ario.


Ario Bayu (Foto: Medcom/Cecylia)

Daniel tidak beda jauh. Pria Jawa yang besar di Ceko ini ingin pergi ke masa enam tahun silam, ketika Olimpiade Musim Panas sedang berlangsung di London.

"Banyak hal yang aku dapat saat aku selesai SMA, terus saat aku melempar diri sendiri ke kota baru (London), coba cari kerjaan. Waktu itu aku juga (mengerjakan) foto dokumenter – hampir tiga bulan aku foto di situ selama Olimpiade," ungkap Daniel.

Selain mesin waktu, kami menanyakan empat pengandaian lain, mulai dari film biopik, akhir cerita film mengecewakan, terjebak di lift bersama politisi, hingga makanan favorit. Kalian bisa menyimak tayangan lengkapnya dalam video berikut.



 


(ELG)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG SELEBRITAS
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA SELEBRITAS
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 19-11-2018