Masyarakatnya Ramah, Seniman Legendaris Tiongkok Senang Pameran di Indonesia

Elang Riki Yanuar - 30 Agustus 2017 19:06 wib
Zhu Wei (Foto: ist)
Zhu Wei (Foto: ist)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ada yang baru di Museum Nasional. Memasuki lantai satu museum, pengunjung akan disambut empat patung berwajah manusia.

Patung yang terbuat dari tembaga itu didatangkan langsung dari Tiongkok. Di ruangan lantai dasar, pengunjung akan disuguhkan puluhan lukisan komtemporer. Lukisan tersebut adalah karya Zhu Wei yang merupakan salah satu seniman Tiongkok.

Seniman legendaris Tiongkok ini sedang menggelar pameran tunggal yang dibuka sejak 26 Agustus 2017. Dengan ciri khasnya melukis menggunakan teknik gongbi atau teknik melukis klasik Tiongkok, seniman kelahiran Beijing 1966 itu memiliki posisi penting dalam bangkitnya seni kontemporer di Tiongkok.

Keunikan karya Zhu Wei membuat Linda Gallery kepincut. Linda menggandeng Zhu Wei dalam pameran tunggal bertajuk "Virtual Focus" hingga dua bulan mendatang.

"Selama 30 tahun terakhir, Zhu Wei telah berhasil menciptakan banyak seri karya seni kontemporer luar biasa yang berkaitan dengan isu-isu kemanusiaan," ucap Pemilik Linda Gallery, Linda Ma dalam keterangan tertulisnya.


Karya Zhu Wei yang dipamerkan (Foto: dok. ist)

Zhu Wei mengaku senang berada di Indonesia karena masyarakatnya yang ramah dan sangat dekat dengan kesenian.

"Mudah-mudahan saya bisa memperkenalkan lukisan kontemporer Tiongkok," kata Zhu Wei.

Sementara itu, kurator seni sekaligus sejarahwan kenamaan Tiongkok Lu Hong kagum dengan karya Zhu Wei. Dia mengatakan, kebijaksanaan karya-karya Zhu Wei terletak pada bagaimana dia menujukkan bahwa ketika seseorang mengejar ekspresi kontemporer.

"Hal yang paling penting adalah memelihara sarana karakter tradisional untuk memberikan hasil yang inovatif," katanya.


Karya Zhu Wei yang dipamerkan (Foto: dok. ist)


Hal yang dilakukan Zhu Wei sangat penting untuk menjaga sebuah keunikan dalam output artistiknya. Terutama saat perkembangan seni kontemporer berada di bawah ancaman homogenisasi.

Menurutnya, banyak seniman kontemporer Asia banyak merujuk pada teknik lukisan Barat. Namun Zhu berani tampil beda.

"Dia melukis tidak hanya dari apa yang dia lihat, melainkan mencoba mencerna apa yang dia lihat, kemudian melukiskannya kembali sesuai intepretasinya," papar Lu Hong.

Zhu Wei juga dianggap tetap menjaga tradisi memunculkan identitas dalam karyanya. Misalnya, sebuah tirai merah yang banyak muncul dalam karya-karyanya. Seperti diketahui, warna merah identik dengan budaya Tiongkok dan memiliki makna tertentu.


Pembukaan pemeran karya Zhu Wei (Foto: ist)

Sang seniman, lanjut Lu Hong, menampilkan isu sosial dalam sebuah komunitas masyarakat di Tiongkok yang dia interpretasikan dalam karya-karya wajah. Dia tidak pernah meninggalkan tradisi, tapi apa yang dirinya gambarkan adalah masyarakat dan hal-hal hari ini yang berkembang sesuai subyek-subyek kontemporer yang menjadi acuan.

Begitu apiknya karya Zhu Wei, sehingga Lu Hong berharap, pecinta dan pelaku seni Indonesia bisa belajar dari sang seniman.


 


(ELG)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PAMERAN LUKISAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA SELEBRITAS
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 21-11-2017