Trump dan PM Najib akan Bicarakan Keamanan, Bukan Skandal 1MDB

Arpan Rahman - 12 September 2017 18:54 wib
PM Malaysia Najib Razak dalam acara CNCC di Beijing, Tiongkok, 14 Mei 2017. (Foto: AFP/MARK SCHIEFELBEIN)
PM Malaysia Najib Razak dalam acara CNCC di Beijing, Tiongkok, 14 Mei 2017. (Foto: AFP/MARK SCHIEFELBEIN)

Metrotvnews.com, Kuala Lumpur: Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan menjamu Perdana Menteri Malaysia Najib Razak di Gedung Putih, Washington, Selasa 12 September 2017 waktu setempat. 

Pertemuan dijadwalkan fokus pada masalah keamanan, bukan mengenai penyelidikan AS terhadap skandal korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Kunjungan tersebut penting bagi PM Najib, menjelang pemilihan umum di Malaysia tahun depan. Ia ingin memberikan sinyal bahwa dirinya masih dapat diterima di Gedung Putih, meski tengah bergelut dengan penyelidikan kriminal 1MDB.

Najib yang mendirikan 1MDB menghadapi tuduhan pencucian uang, setidaknya di enam negara termasuk AS, Swiss, dan Singapura. Dia membantah semua tuduhan. Gedung Putih menegaskan tidak akan menyinggung mengenai penyelidikan Departemen Kehakiman AS terhadap skandal 1MDB.

"Berinvestasi dalam hubungan jangka panjang antara dua negara, maka dengan sendirinya memberikan dasar bagi kita untuk mendiskusikan beragam masalah yang menjadi perhatian bersama, termasuk soal korupsi dan transparansi," kata seorang pejabat Gedung Putih terkait rencana pertemuan Trump dan Najib.


Presiden AS Donald Trump. (Foto: EPA)

Laut China Selatan

Trump berencana berbicara dengan PM Najib tentang provokasi nuklir Korea Utara. Agenda lainnya adalah masalah perluasan pengaruh kelompok militan Islamic State (ISIS) di Asia Tenggara.

Laut China Selatan juga akan menjadi bagian dari perundingan. Malaysia telah meningkatkan kerja sama militer dengan AS di Laut China Selatan, di mana Negeri Jiran memiliki klaim yang tumpang tindih dengan beberapa negara.

"Malaysia sangat cemas dengan kegiatan Angkatan Laut China di lepas pantai Sabah dan Sarawak," kata Murray Hiebert, pakar Asia Tenggara di Pusat Studi Strategis dan Internasional di Washington, seperti dikutip Reuters, Selasa 12 September 2017.

PM Najib pernah menikmati hubungan dekat dengan pendahulu Trump, Barack Obama. Ia pernah bermain golf bersama di Hawaii pada 2014.

Tapi hubungan menjadi dingin selama skandal 1MDB. Departemen Kehakiman AS berusaha menyita dana sebesar 1,7 miliar dolar AS dalam bentuk dana 1MDB.


(WIL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG 1MDB
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA AMERIKA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 20-11-2017