MA AS Izinkan Trump Lanjutkan Kebijakan Imigrasi Kontroversial

Arpan Rahman - 13 September 2017 19:16 wib
Presiden AS Donald Trump (Foto:AFP)
Presiden AS Donald Trump (Foto:AFP)

Metrotvnews.com, Washington: Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) mengizinkan pemerintahan Donald Trump untuk melanjutkan kebijakan imigrasinya yang kontroversial.

MA AS telah menyetujui permintaan pemerintah untuk membatalkan keputusan pengadilan tingkat lebih rendah yang melonggarkan larangan perjalanan bagi enam negara dengan mayoritas penduduk Muslim dan mengizinkan 24.000 pengungsi masuk ke AS sebelum akhir Oktober.

MA AS masih akan melanjutkan proses hukum terkait kebijakan imigrasi Trump. Majelis hakim dijadwalkan mendengarkan argumen mengenai legalitas larangan perjalanan bagi enam negara mayoritas Muslim dan larangan masuk bagi pengungsi dari belahan dunia mana pun.

"Kami senang bahwa Mahkamah Agung telah mengizinkan komponen kunci dari kebijakan tersebut tetap berlaku," Kata Juru bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders, seperti dilansir Independent, Rabu 13 September 2017.

Larangan perjalanan bagi enam negara akan habis masa berlakunya pada akhir September. Sementara, larangan pengungsi akan kadaluwarsa tepat satu bulan kemudian.

Pihak pemerintah belum memutuskan apakah akan memperbarui, membuat permanen atau memperluas kebijakan imigrasi yang dianggap rasis tersebut.

Pengadilan tingkat rendah sebelumnya memutuskan bahwa kebijakan imigras tersebut melanggar Konstitusi dan undang-undang imigrasi federal.Sebuah majelis pada Pengadilan Banding di Sirkuit ke-9 AS yang berbasis di San Francisco menguatkan perintah hakim distrik, yang mengizinkan para pengungsi memasuki Amerika Serikat, jika salah satu lembaga sosial di AS telah menyetujui untuk membawa mereka masuk. Pihak pemerintah kemudian mengajukan keberatan dengan dengan alasan bahwa hubungan antara pengungsi dan lembaga sosial seharusnya tidak diperhitungkan. 



(WAH)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG AMERIKA SERIKAT
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA AMERIKA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 21-09-2017