DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 20.111.547.901 (22 SEP 2018)

Menlu Jepang Sayangkan Pemecatan Rex Tillerson

Sonya Michaella - 14 Maret 2018 13:50 wib
Menlu Jepang Taro Kono (kanan) dan Rex Tillerson saat bertemu di Tokyo, November 2017. (Foto: AFP)
Menlu Jepang Taro Kono (kanan) dan Rex Tillerson saat bertemu di Tokyo, November 2017. (Foto: AFP)

Tokyo: Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono mengungkapkan kesedihan atas dipecatnya Rex Tillerson dari posisi Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS).

"Tillerson adalah rekan yang jujur dan dapat dipercaya. Saya pikir kami akan menangani masalah Korea Utara bersama. Secara pribadi, sangat disayangkan Tillerson tak lagi jadi menlu saat situasi seperti ini," kata Kono, dikutip dari Asahi, Rabu 14 Maret 2018.

"Yang pasti, Amerika sudah memilih. Jadi saya ingin bertemu penggantinya dan bertukar pandangan soal Korut dan hal-hal lain," lanjut dia.

Sementara itu, pejabat pemerintahan Korea Selatan mengaku khawatir tentang perdamaian AS dan Korut akan berantakan mengingat Mike Pompeo, pengganti Tillerson, adalah sosok yang cukup agresif di isu Korut.

"Kami sadar Pompeo adalah salah satu suara terkuat dalam pembicaraan soal Korut. Namun, bisa saja nanti rencana berubah cukup banyak. Mari lihat nanti," ucap pejabat tersebut.

Usai dipecat, Tillerson bahkan tidak memuji kebijakan Trump atau mengucapkan terima kasih.

Sebaliknya, Trump memperingatkan soal perilaku dan tindakan mengganggu Rusia terhadap AS. 

"Banyak pekerjaan baik yang telah dilakukan, namun saya tetap akan merespons perilaku dan tindakan yang mengganggu dari pihak Pemerintah Rusia," ucapnya.

Tillerson akan meninggalkan jabatannya secara resmi pada 31 Maret mendatang. Namun, wakilnya John Sullivan akan mengambil alih jabatannya sementara sampai menunggu pengesahan Mike Pompeo yang harus disetujui oleh Senat AS terlebih dahulu. 



(FJR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG AMERIKA SERIKAT
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA AMERIKA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 23-09-2018