DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 20.111.547.901 (22 SEP 2018)

Cerita Wartawan Kemenlu AS soal Pemecatan Rex Tillerson

Sonya Michaella - 14 Maret 2018 13:05 wib
Rex Tillerson saat memberikan konferensi pers usai dipecat Donald Trump. (Foto: AFP)
Rex Tillerson saat memberikan konferensi pers usai dipecat Donald Trump. (Foto: AFP)

Washington: Ada sedikit pertikaian antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Kementerian Luar Negeri AS ketika akan memecat Rex Tillerson dari jabatan Menteri Luar Negeri.

Hal ini dipaparkan oleh wartawan yang ditempatkan di Kemenlu AS yang baru saja kembali dari Afrika untuk meliput kegiatan Tillerson.

"Gedung Putih dan Kemenlu AS memang bertentangan," kata Josh Lederman, wartawan Associated Press, dikutip dari ABC, Rabu 14 Maret 2018.

"Fakta memang ada. Ketika Tillerson turun dari pesawatnya setelah terbang ke Afrika membawa nama Trump selama sepekan, dalam waktu empat jam kemudian ia dipecat melalui Twitter. Sesuatu yang memang saya tidak ketahui," lanjut dia.

Pemecatan Tillerson tentu membuat semua wartawan Kemenlu AS sangat terkejut. Bahkan, mereka tak menyangkap Trump benar-benar mengganti Tillerson dengan Mike Pompeo.

Kabarnya, setelah keputusan Trump, Kemenlu AS dan Gedung Putih tampaknya tidak setuju dengan pilihan Trump mengganti Tillerson dengan Pompeo.

Sementara itu, juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders mengatakan bahwa Tillerson akan tetap menjadi Menlu AS selama masa transisi, yaitu sampai akhir Maret 2018.

Jika dikonfirmasi Senat AS, Pompeo akan menjadi diplomat tertinggi Amerika mulai 1 April 2018.

"Perubahan terbesar adalah kebijakan AS terhadap Iran. Di situ Anda benar-benar melihat jurang terbesar di pendekatan milik Tillerson dan Pompeo," ujar Lederman lagi.

Menurut para wartawan Kemenlu AS, alasan Trump memecat Tillerson bukan hanya terpaku pada kebijakan nuklir Iran, melainkan Trump tak mau diminta Tillerson melakukan hal-hal yang tak diinginkannya. 



(WAH)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG AMERIKA SERIKAT
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA AMERIKA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 23-09-2018