Badai Irma Reda, Masih Bisa Runtuhkan Sejumlah Negara Bagian AS

Arpan Rahman - 12 September 2017 20:05 wib
Air memenuhi wilayah yang dilanda Badai Irma di Amerika Serikat (Foto: AFP).
Air memenuhi wilayah yang dilanda Badai Irma di Amerika Serikat (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Atlanta: Badai Irma telah melemah jadi topan tropis yang masih mematikan saat ia berputar di luar Florida. Menewaskan setidaknya tiga orang di Georgia, membanjiri pantai, menumbangkan pepohonan hingga menghantam rumah-rumah, dan memaksa bandara tersibuk dunia di Atlanta membatalkan ratusan penerbangan.
 
Sisa badai itu tetap merupakan badai seluas 668 kilometer yang membesar saat pusatnya bergerak dari Florida, pada Senin sore 11 September. Bertiup hembusan yang masih kuat dan hujan membasahi hingga jarak yang jauh.
 
Sekitar 5.040.000 warga diperintahkan mengungsi beberapa hari sebelumnya dari Savannah dan ujung pantai Georgia. Irma menumpahkan lebih dari satu meter air laut ke pusat kota Charleston, South Carolina, saat sentrum badai tersebut melewati radius 400km. Pejabat kota mendesak warga agar menjauh dari jalanan karena air meluap satu meter di atas tanah kering diperkirakan semalam.
 
Di Atlanta, penduduk dengan cemas mengawasi pohon ek yang menjulang tinggi di kota itu, 400km di pedalaman, mendapat peringatan badai tropis pertama mereka.
 
Jasad pria berusia 62 tahun -- yang menaiki tangga di belakang rumahnya -- ditemukan di bawah reruntuhan di atap gudangnya di barat daya Georgia, di mana angin mencapai 65 km per jam.
 
Seorang pria lain berusia 50-an tewas di luar Atlanta ketika sebuah pohon jatuh di rumahnya, kata polisi Sandy Springs, Sersan Sam Worsham.
 
Dan seorang wanita meninggal saat sebuah pohon jatuh menghantam kendaraan di jalan masuk pribadi, menurut situs Kantor Sheriff Forsyth County seperti dikutip Sydney Morning Herald, Selasa 12 September 2017.
 
Charles Saxon, 57, menjadi catatan pertama warga Carolina Selatan yang tewas; dia ditimpa dahan pohon ketika membersihkan puing-puing di luar rumahnya.
 
Penduduk di sepanjang pantai Georgia dibanjiri gelombang badai dan curah hujan yang turun saat air pasang, pada Senin sore.
 
Hotel Downtown Atlanta tetap penuh dengan pengungsi. Banyak yang berkerumun menonton di CNN Center, melarikan diri dari kamar hotel yang ramai untuk mencari restoran terbuka. Sebagian besar terpaku pada liputan badai di layar besar atrium. Para orangtua menunjukkan situs yang familiar, sekarang rusak, kepada anak-anak.
 
Irma reda menjadi depresi tropis, Senin malam, dan Pusat Badai Nasional menghentikan semua peringatan akan gelombang badai dan pengawasan cuaca tropis yang terkait dengan badai tersebut.
 
Sekitar 800 penerbangan sudah dibatalkan di Bandara Internasional Hartsfield-Jackson Atlanta dan hampir 1,5 juta pelanggan Georgia Power dan EMC gelap-gelapan tanpa listrik. Perbaikan bisa memakan waktu beberapa hari.
 
Gubernur Florida Rick Scott berkata bahwa kepulauan resor Keys telah dihantam dengan keras, dari Teluk Meksiko sampai ke ujung semenanjung Florida.
 
Sekitar 6,5 juta orang, sekitar sepertiga penduduk Florida, telah memesan penginapan mereka sebelum kedatangan Irma. Lebih dari 200.000 orang mencari perlindungan di sekitar 700 tempat penampungan.
 
Scott mendesak pengungsi di seluruh negara bagian agar tetap tinggal di sana sekarang dan bukan terburu-buru pulang. Ia mengatakan bahwa jaringan listrik yang padam, puing-puing, dan bahaya lainnya masih mengancam.
 
Salah satu masalah terbesar adalah pemadaman listrik yang meluas, utilitas melaporkan lebih dari 7,4 juta rumah dan bisnis tanpa listrik di Florida dan negara-negara bagian terdekat. Mereka mengaku butuh waktu berminggu-minggu buat memulihkan layanan sepenuhnya.
 
Scott mengatakan 65 persen Florida tanpa daya listrik.
 
Terpaan Irma di Florida terjadi sekitar dua pekan menyusul Badai Harvey yang menelan korban sekitar 60 jiwa. Menyebabkan perkiraan kerusakan properti setinggi USD80 miliar setelah menerpa Pantai Teluk Texas dan Louisiana dengan hujan lebat dan banjir bandang.



(FJR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TOPAN BADAI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA AMERIKA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 20-11-2017