Hakim AS Kembali Cabut Perintah Trump untuk Akhiri Program Imigran

Arpan Rahman - 14 Februari 2018 18:08 wib
Kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mendapat perlawanan dari hakim (Foto: AFP).
Kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mendapat perlawanan dari hakim (Foto: AFP).

New York: Seorang hakim Amerika Serikat (AS) kedua, pada Selasa, memblokir sebuah perintah oleh Presiden Donald Trump. Perintah itu untuk mengakhiri sebuah program yang melindungi para migran yang dibawa secara ilegal ke negara tersebut sejak anak-anak dari deportasi.
 
Putusan tersebut diambil menyusul seorang hakim federal di San Francisco pada Januari memutuskan untuk menolak program 'Tindakan Pencekalan untuk Kedatangan Anak', atau DACA.
 
Pada September, Trump berkata membatalkan program DACA, menunda pelaksanaannya untuk memberi Kongres enam bulan, sampai bulan Maret, menciptakan solusi abadi bagi penerima program, yang secara informal dikenal sebagai 'Dreamers' atau 'Pemimpi'.
 
Sebanyak 690.000 'Dreamers' terdaftar di bawah program DACA, dan 1,1 juta lainnya memenuhi syarat, namun tidak mendaftar.
 
Dua putusan pengadilan mengizinkan DACA untuk sementara tetap berlaku, yang memungkinkan penerima program mengajukan permohonan perpanjangan.
 
Pada Jumat, Mahkamah Agung akan mempertimbangkan apakah menangani perkara. Jika pengadilan tinggi menerima kasus ini, sebuah putusan akan diambil sebelum akhir musim semi.
 
Hakim Distrik AS Nicholas Garaufis di New York memutuskan, perintah Trump buat mengakhiri program era Obama sebagian didasarkan pada "premis faktual yang benar-benar tidak benar" bahwa itu ilegal.
 
Jaksa Agung New York Eric Schneiderman, yang memimpin sebuah koalisi 17 jaksa agung yang menuntut perlindungan DACA dan Pemimpi, memuji keputusan Garaufis sebagai kemenangan.
 
"Keputusan hari ini mencerminkan ilegalitas langkah pemerintahan Trump untuk membatalkan DACA, sebuah program kritis yang menguntungkan negara-negara di seluruh negeri," Schneiderman menambahkan, seperti disitir Times Live, Rabu 14 Februari 2018.
 
Anggota parlemen AS saat ini berdebat mengenai masalah yang memanas.
 
Bulan lalu, Trump memperkenalkan sebuah proposal yang akan menempatkan sekitar 1,8 juta imigran belia yang bersangkutan dalam sebuah jalur menuju kewarganegaraan. Sebagai imbalan pemotongan yang kaku terhadap imigrasi keseluruhan dan pendanaan untuk tembok perbatasan AS dengan Meksiko.



(FJR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PEMERINTAHAN AS
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA AMERIKA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 22-02-2018