Eksekusi Mati Ditunda karena Keterangan Palsu Psikiater

Yogi Bayu Aji - 21 Agustus 2016 05:05 wib
Sebuah ruang eksekusi mati tahanan di Huntsville, Texas, Amerika Serikat. PAUL BUCK/AFP.
Sebuah ruang eksekusi mati tahanan di Huntsville, Texas, Amerika Serikat. PAUL BUCK/AFP.

Metrotvnews.com, Texas: Pengadilan Texas, Amerika Serikat, menunda hukuman mati terhadap Jeffery Wood, 43. Hal ini dilakukan lantaran  Psikiater Forensik James Grigson yang memerika Woods diduga memberikan keterangan palsu.

Wood sejatinya bakal disuntik mati pada 24 Agustus mendatang. Eksekusi dijalankan setelah kurang lebih dua dekade dia divonis bersalah dalam perampokan sebuah toko di 1996. 

Kala itu, dia duduk di mobil sementara temannya, Daniel Reneau, masuk ke dalam toko dan menembak mati Kriss Keeran, seorang pelayan. Setelah mendengar tembakan, Wood masuk ke dalam toko dan membantu mencuri brankas dan video keamanan.

Pengacara Wood mengklaim, vonis mati yang diberikan kepada kliennya berdasarkan testimoni dan bukti ilmiah yang salah. Otoritas di Texas pun meminta pengadilan untuk meninjau kembali putusannya.

Dalam persidangan, Psikiater James Grigson dimintai testimoninya. Namun belakangan, dia kerap disebut-sebut sering memberikan keterangan tanpa memeriksanya sang pesakitan yang dituntut hukuman mati. 

Seperti dilansir Independent.co.uk, Sabtu (20/8/2016), julukan 'Dokter Kematian' pun melekat kepada Grigson. Dia juga telah dikeluarkan dari Perkumpulan Dokter Kejiwaan Texas pada 1995. Namun, juri pada persidangan tak mengetahui hal ini. 

Jared Tyler, pengacara Wood, mengatakan kliennya tak sadar dengan terjadinya perampokan. Sementara, jaksa kukuh menyebut bila Wood mengetahui Reneau akan menembak pelayan toko. Reneau diketahui sudah dieksekusi pada 13 Juni 2002. 

Dalam sistem hukum di Texas, seseorang memang bisa didakwa membunuh walau mereka tak ikut melakukannya.  Sejak 1976, lima orang sudah sudah divonis mati karena kejahatan semacam ini di Texas. Sementara, sepanjang 2016, 15 orang sudah dieksekusi mati di AS.


(OGI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG EKSEKUSI MATI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA AMERIKA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 21-09-2017