Trump Belum akan Pindahkan Kedubes AS ke Yerusalem

Willy Haryono - 08 Oktober 2017 13:53 wib
Pasukan Israel bersiaga di tengah penghancuran sebuah rumah di Yerusalem timur, 13 September 2017. (Foto: AFP/AHMAD GHARABLI)
Pasukan Israel bersiaga di tengah penghancuran sebuah rumah di Yerusalem timur, 13 September 2017. (Foto: AFP/AHMAD GHARABLI)

Metrotvnews.com, Washington: Presiden Donald Trump belum akan memindahkan Kedutaan Besar Amerika Serikat ke Yerusalem. Ia masih mempertimbangkan peluang terciptanya perjanjian damai antara Palestina dengan Israel. 

"Saya masih ingin mencobanya sebelum berpikir untuk memindahkan kedubes ke Yerusalem," ujar Trump dalam acara televisi mantan gubernur Mike Huckabee, merujuk pada upaya memediasi perdamaian antar kedua kubu.

"Kami akan membuat keputusan itu nanti, tidak terlalu lama dari sekarang. Tapi saat ini, mendorong upaya perdamaian akan didahulukan," sambung dia, seperti dilansir AFP, Sabtu 7 Oktober 2017.

Upaya mendorong perdamaian Israel dan Palestina diserahkan Trump kepada Jared Kushner, anak menantunya yang belum memiliki pengalaman apapun di pemerintahan. Kushner menjadi salah satu pejabat terkuat di Washington atas koneksi keluarganya kepada Trump.

Berbagai negara mendirikan kedubes di ibu kota komersial Israel di Tel Aviv. Ini dikarenakan sebagian besar negara di dunia tidak mengakui klaim sepihak Israel atas keseluruhan Yerusalem. 

Israel menduduki Yerusalem timur dan Tepi Barat pada 1967. Israel kemudian menganeksasi Yerusalem timur, sebuah langkah yang tidak diakui komunitas internasional.

Menurut Israel, keseluruhan Yerusalem adalah ibu kotanya. Sementara Palestina menganggap Yerusalem timur sebagai ibu kota masa depan mereka. 

Yerusalem merupakan isu paling krusial dalam konflik Israel dan Palestina.

 


(WIL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG ISRAEL PALESTINA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA AMERIKA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 23-10-2017