Pengacara Trump Bayar Bintang Porno dengan Uang Pribadi

Arpan Rahman - 14 Februari 2018 15:57 wib
Pengacara pribadi Donald, Michael Cohen. (Foto: AFP/MARK WILSON)
Pengacara pribadi Donald, Michael Cohen. (Foto: AFP/MARK WILSON)

Washington: Pengacara pribadi dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Michael Cohen, mengatakan kepada surat kabar New York Times bahwa dia memberikan uang pribadi sebesar USD130.000 atau setara Rp1,7 miliar kepada seorang bintang porno yang disebut-sebut pernah berselingkuh dengan Trump.

Cohen menyebut dia tidak mendapat penggantian apa-apa dari pemerintah atas pembayaran tersebut. Uang diberikan Cohen kepada Stormy Daniels, yang nama aslinya adalah Stephanie Clifford.

Cohen menegaskan pemberian uang itu legal secara hukum. Namun ia menolak memberikan rincian seperti mengapa dia melakukannya, atau apakah Trump mengetahui pembayaran semacam itu.

"Baik Trump Organization maupun tim kampanye Trump adalah tidak terkait dengan Nona Clifford, dan tidak menggantikan uang kepada saya untuk pembayaran itu, baik secara langsung maupun tidak," kata Cohen.

"Pembayaran kepada Clifford sah, dan bukan merupakan kontribusi kampanye atau pengeluaran kampanye siapapun," cetusnya seperti dilansir AFP, Rabu 14 Februari 2018.

Sejumlah media nAS melaporkan pembayaran oleh Cohen dilakukan satu bulan sebelum pemilihan umum presiden pada November 2016. Uang dibayarkan agar pihak Clifford tidak lagi mengungkit-ungkit masalah tersebut.

Trump berstatus warga sipil saat hubungan seksual dengan Clifford diduga terjadi pada 2006.

Ketika itu, Trump adalah suami dari Melania. Melania melahirkan anak Trump sekitar empat bulan sebelum tuduhan itu muncul.

Berita mengenai pembayaran oleh Cohen pertama kali dilaporkan bulan lalu oleh Wall Street Journal. Pernyataan Cohen kepada New York Times menandai kali pertama dia mengakui adanya pembayaran bertajuk "transaksi pribadi."

Baca: WSJ: Pengacara Trump Bayar Bintang Porno agar Mau Bungkam



(WIL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG DONALD TRUMP
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA AMERIKA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 24-05-2018