DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 12.144.868.902 (16 AGUSTUS 2018)

UMNO: PM Najib dan Jokowi Bersahabat Erat

Sonya Michaella - 13 Februari 2018 17:10 wib
Sekretaris Jenderal Partai UMNO Malaysia, Tengku Adnan bin Tengku Mansor. (Foto: Sonya Michaella/medcom)
Sekretaris Jenderal Partai UMNO Malaysia, Tengku Adnan bin Tengku Mansor. (Foto: Sonya Michaella/medcom)

Kuala Lumpur: Sebagai partai pemerintah, partai terbesar di Malaysia dan juga koalisi partai berkuasa Barisan Nasional (BN), United Malays National Organisation (UMNO) cukup memegang peranan penting dalam hubungan bilateral Malaysia dan Indonesia.

Memiliki Presiden Partai yang juga menjabat sebagai Perdana Menteri, yakni Najib Razak, UMNO seakan memegang erat tanduk kekuasaan di Malaysia.

Terbukti, 60 tahun lamanya sudah UMNO berkuasa dan belum pernah kalah pemilu sejak Malaysia merdeka dari Inggris tahun 1957.

Berikut adalah wawancara eksklusif Medcom.id pada Jumat 2 Februari 2018, dengan Sekretaris Jenderal Partai UMNO, Tengku Adnan bin Mansor.

Sebagai anggota kabinet pemerintahan, bagaimana UMNO melihat hubungan antara Malaysia dan Indonesia?
Persahabatan Malaysia dan Indonesia memang akrab. Bulan lalu, PM Najib Razak bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo di Kuching. Di dalam consultative bilateral meeting tersebut, dibahas banyak hal. Misalnya saja perbatasan, soal nelayan, dan terutama soal perairan antara Malaysia dan Indonesia.

Banyak yang sudah dicapai di perjumpaan kedua pemimpin negara kita dan banyak kita selesaikan seperti pertukaran nelayan yang ditangkap di Malaysia dan Indonesia, diselesaikan sudah. 

Selain itu, dua negara juga sedang mendiskusikan soal kelapa sawit yang dilarang impor oleh Eropa. 

Perjumpaan seperti ini, saya harap tak hanya terjadi antara kepala negara tetapi juga antara menteri kabinet, lalu parlemen Malaysia dan Indonesia. Itu kita tekankan. Tahap persahabatan dua negara amat baik.

PM Najib juga bersahabat baik dengan Presiden Jokowi. Mereka sering berbincang melalui telepon.

Ada perbedaan soal hubungan Malaysia dan Indonesia di pemerintahan PM Najib dan saat pemerintahan Mahathir Mohamad?
Saya rasa, sekarang lebih akrab dari pada dulu-dulu. Karena ya kita mempunyai persamaan yang banyak. PM Najib bisa mengakrabkan banyak hal dengan Indonesia. 

Tahap keakraban lebih mantap dari pada dulu. Ya dulu baik, tapi sekarang lebih baik. Kita anjurkan agar setiap tahun ada pertemuan PM dan Presiden dua negara untuk menyelesaikan masalah-masalah yang belum tuntas. Tidak hanya dengan Indonesia, tetapi dengan negara-negara ASEAN juga.

Kita hendak berbaik-baik dengan semua negara di kawasan.

Sektor apa yang membuat Malaysia tertarik dari Indonesia?
Ingin pelabuh (investor) Indonesia ke Malaysia. Saat ini banyak pelabuh Malaysia ke Indonesia, saya harap banyak warga Indonesia berinvestasi ke kami. 

Di bidang-bidang yang lain, kita berbesar hati untuk menjemput untuk Indonesia di bidang pendidikan, pembangunan dan infrastruktur.

Ada kiat-kiat untuk meningkatkan hubungan Malaysia dan Indonesia?
Hubungan yang sudah rapat (erat) ini kiranya ditingkatkan lagi. Saya mengusulkan agar pejabat-pejabat dua negara sering bertemu dan bertukar ide juga pengalaman. 

Tentu juga harus mengadakan rapat di daerah-daerah di Indonesia juga seperti membangun Kalimantan, Sabah Serawak serta segitiga Malaysia, Thailand dan Indonesia.

Banyak program-program yang kita lakukan untuk mendekatkan diri dengan Indonesia dan kita juga mendengar serta melihat dan memberi masukan-masukan baik ke Indonesia, pun sebaliknya.

 


(WIL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG MALAYSIA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA ASIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 16-08-2018