DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.000.625.454 (13 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Indonesia Pakai Konsep Membumi untuk Isu Nuklir

Marcheilla Ariesta - 11 Juli 2018 19:17 wib
Duta Besar RI untuk Austria Darmansjah Djumala (Foto: Marcheilla Ariesta).
Duta Besar RI untuk Austria Darmansjah Djumala (Foto: Marcheilla Ariesta).

Jakarta: Indonesia terus mengembangkan penggunaan nuklir untuk tujuan damai. Konsep diplomasi 'down to earth' atau 'membumi' yang digunakan agar tujuan tersebut bisa tercapai.
 
Duta Besar RI untuk Austria Darmansjah Djumala mengatakan konsep ini diambil karena Indonesia berencana menggunakan nuklir untuk kesehatan dan bahkan pertanian.
 
"Ada dua konsep dalam berdiplomasi, bilateral dan multilateral. Dalam isu nuklir, kita memakai multilateral. Hal ini alasan kita masuk dalam Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA)," ucapnya dalam Indonesia International Defense Science Seminar (IIDSS), Jakarta, Rabu 11 Juli 2018.
 
Indonesia bergabung dalam IAEA karena memiliki kesamaan dalam pemahaman mengenai penggunaan nuklir. IAEA memiliki motto menggunakan nuklir untuk perdamaian.
 
"Diplomasi dapat membawa hasil keuntungan konkret bagi masyarakat," imbuhnya.
 
Darmansjah mengatakan Indonesia memiliki potensial nuklir yang besar. Pasalnya, perencanaan nuklir sudah dilakukan sejak 47 tahun lalu, memiliki 1.051 ahli nuklir dan bisa menghasilkan 77 ribu ton uranium.
 
Selain itu, masyarakat juga mulai melek akan penggunaan nuklir untuk tujuan damai. Sejak 2011, penerimaan publik atas nuklir meningkat menjadi 77,5 persen pada 2016.
 
Sayangnya, kata Djumala, pembangunan fasilitas nuklir masih belum dilakukan.
 
"Ada beberapa faktor pembangunan fasilitas nuklir masih belum dilakukan, pertama karena biaya yang tinggi, kedua karena Indonesia secara geografis terletak di 'lingkaran api'," ungkapnya.
 
Meski demikian, dia mengatakan pembangunan fasilitas nuklir akan terus dibahas di berbagai tingkatan pemerintah.


(FJR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG NUKLIR
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA ASIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 13-11-2018