DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 12.710.947.522 (17 AGUSTUS 2018)

Jong un-Trump Bertemu, tak Ada yang Spesial di Korea Utara

- 12 Juni 2018 10:22 wib
Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjabat tangan di depan para awak media. (Foto: AFP/Saul Loeb)
Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjabat tangan di depan para awak media. (Foto: AFP/Saul Loeb)

Jakarta: Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertemu untuk pertama kalinya di Singapura. Meski berbagai pihak menilai ini merupakan salah satu momen bersejarah, namun tampaknya tidak demikian dengan warga Korea Utara Sendiri.

Duta Besar Indonesia untuk Korea Utara Bambang Hiendrasto mengungkap kondisi di ibu kota Pyongyang misalnya, tidak ada keriuhan dari warga menyambut pertemuan Jong-un dan Trump.

"Hari ini dan kemarin-kemarin berlangsung seperti biasa. Rakyat dan masyarakat melakukan aktivitas seperti biasa, tidak ada sesuatu yang lain dari biasanya," ujar dia, melalui sambungan Skype dalam Live Event Metro TV, Selasa, 12 Juni 2018.

Bambang bahkan mengatakan tak seperti di Tanah Air maupun negara lainnya yang menyiarkan langsung pertemuan Jong Un dan Trump secara khusus, di Korea Utara tidak demikian. 

Media-media setempat memang telah memberitakan rencana pertemuan Jong-un dan Trump, namun hanya sebatas itu. Masyarakat hanya mengetahui pemimpinnya bertolak ke Singapura untuk bertemu dengan Trump.

"Sebagaimana pertemuan dengan Presiden Korea Selatan, tidak ada siaran langsung seperti yang dilakukan di seluruh dunia. Kemungkinan siaran akan ditayangkan sehari setelah kunjungan, pengalaman sebelumnya demikian," kata dia.

Selain itu, tak seperti rakyat Korea Selatan yang secara terbuka menyambut baik pertemuan pemimpinnya dengan Donald Trump, rakyat Korea Utara justru sebaliknya.

Menurut Bambang, masyarakat di Korea Utara tidak bisa dengan bebas menyatakan pendapat atau berinteraksi dengan orang asing. Sehingga pandangan mereka terhadap pertemuan Jong-un dan Trump tidak bisa diprediksi.

Namun, merujuk pada pemimpin mereka di provinsi maupun kabupaten, rakyat Korea Utara telah diberitahu tentang pertemuan itu dan pandangan bahwa AS adalah musuh terbesar Korea Utara perlahan-lahan mulai dilunturkan.

"Selama ini memang AS merupakan musuh dari Korea Utara, namun dalam beberapa minggu terakhir suasana itu mulai dihilangkan. Di sini masyarakat juga dikondisikan bahwa Korea Utara akan menjalin hubungan dengan AS," jelas dia.




(MEL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG DONALD TRUMP
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA ASIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 18-08-2018