DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.052.810.215 (14 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Ketua BPK Bantah Terlibat Skandal Panama Papers

Whisnu Mardiansyah - 12 April 2016 14:15 wib
Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Harry Azhar Aziz. Foto: MI/Immanuel Antonius
Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Harry Azhar Aziz. Foto: MI/Immanuel Antonius

Metrotvnews.com, Jakarta: Skandal Papama Papers tak hanya menyeret sejumlah pengusaha Tanah Air. Sejumlah pejabat negara diduga juga ikut terlibat dalam skandal yang pajak yang menggegerkan dunia beberapa minggu terakhir. Salah satunya Ketua BPK RI Harry Azhar Aziz.

Harry disebut sebagai pemilik salah satu perusahaan yang terkuak di dokumen tersebut. Dokumen finansial Panama Papers mengungkap, perusahaan offshore Sheng Yue International Limited diduga milik Harry Azhar Aziz yang didirikan di yurisdiksi bebas pajak. Perusahaan itu diduga didirikan untuk menghindari pembayaran pajak kepada negara.

Perusahaan itu diakui sebagai milik Harry Azhar. Namun saat ini sudah perusahaan tersebut sudah berpindah tangan. 

"Kalau saya menghindari pajak, pasti ada transaksi. Semenjak saya mendirikan, perusahaan itu tidak ada transaksi. Perusahaan itu bukan milik saya lagi," kata Harry di Ruang Rapat Nusantara II, Komplek Parlemen Senayan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Selasa (12/4/2016)

Sebelumnya, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro memastikan ada 79 persen kecocokan data sejumlah nama warga Indonesia yang disebutkan dalam Panama Papers. Nama-nama itu cocok dengan data yang dimiliki Direktorat Jenderal Pajak.

Harry memastikan namanya tidak termasuk dalam 79 persen pengusaha yang datanya cocok pada skandal Panama Papers. "Tanya kepada Kemenkeu apakah saya termasuk yang 79 persen (datanya cocok) atau saya yang termasuk 21 persen," kata dia.


(MBM)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PANAMA PAPERS
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA ASIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 18-11-2018