DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 41.348.051.099 (17 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Penjagaan Lengang di Sekitar Tempat Pertemuan Trump-Kim

Marcheilla Ariesta - 11 Juni 2018 18:24 wib
Kondisi lengang di lokasi pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Kim Jong-un di Pulau Sentosa (Foto: Marcheilla Ariesta).
Kondisi lengang di lokasi pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Kim Jong-un di Pulau Sentosa (Foto: Marcheilla Ariesta).

Singapura: Penjagaan di sekitar Hotel Capella masih terbilang lengang. Meski demikian, beberapa polisi terlihat berlalu lalang di depan area hotel.
 
Jalanan di depan hotel juga terbilang masih kondusif. Namun, untuk akses pejalan kaki sudah agak sulit, terutama di depan area hotel.
 
"Pengamanan saat ini memang masih lengang, namun saya rasa besok sudah sangat ketat," ucap seorang panitia yang tak ingin disebutkan namanya kepada Medcom.id, Singapura, Senin 11 Juni 2018.
 
Pasalnya, sejumlah pagar pembatas kuning yang diperuntukkan bagi media yang telah dipasang di depan lokasi.
 

Kondisi di sekitar hotel tempat pertemuan Trump-Kim Jong-un (Foto: Marcheilla Ariesta).

Hotel Capella merupakan tempat pertemuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un untuk pertama kalinya. Lokasi hotel terletak di Pulau Sentosa, wilayah pariwisata Singapura yang memikat banyak turis.
 
Kedua pemimpin telah tiba di Singapura kemarin. Kim Jong-un tiba terlebih dahulu, disusul Trump pada pukul 20.20 waktu setempat.
 
Trump tiba di Pangkalan Udara Militer Singapura, sementara Kim Jong-un menggunakan pesawat punlik dan mendarat di Bandara Internasional Changi.
 
Sebelum melakukan pertemuan, baik Trump dan Kim menyempatkan diri bertemu secara bilateral dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Long.
 
Baca juga: Pertemuan Jong Un-Trump Diprediksi tak Hanya Bahas Denuklirisasi.
 
Ketika bertemu dengan PM Lee, Kim Jong-un mengatakan:"Seluruh dunia memusatkan perhatian pada pertemuan bersejarah antara Korut dan AS. Terima kasih untuk upaya Anda. Kami bisa merampungkan persiapan pertemuan ini. Saya ingin berterimakasih kepada Anda," ujar Kim kepada PM Lee, Minggu 10 Juni.
 
"Saya mengharapkan pertemuan ini akan sukses," imbuhnya.
 
Sementara kepada Kim, PM Lee memuji keberaniannya untuk duduk bersama melakukan pertemuan dengan Presiden Donald Trump.
 
Ucapan terima kasih juga diutarakan oleh Trump kepada PM Lee sebagai tuan rumah pertemuan ini.
 
Menurut Trump, Singapura negara tepat untuk pertemuannnya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.
 
Baca juga: Trump Tak Sabar Nantikan Pertemuan dengan Kim Jong-un.
 
"Kami sangat tertarik dengan pertemuan yang akan dilakukan besok, dan saya berpikir semua akan bekerja bersama dengan baik," ucapnya saat makan siang bersama dengan Perdana Menteri Lee Hsien Loong, di Istana, Singapura, Senin 11 Juni 2018.
 
"Amerika Serikat sangat mengapresiasi keramahan dan profesionalisme dan persahabatan yang Singapura berikan kepada kami," imbuhnya.
 
Kehadiran Trump dan Kim di Singapura merupakan titik balik yang luar biasa dalam hubungan kedua negara. Sebelumnya sepanjang 2017, kedua pemimpin melontarkan retorika saling ancam. Trump sempat menyebut Kim sebagai sosok pemarah dan Kim menilai Trump sebagai warga AS yang sakit secara mental.
 
KTT ini meningkatkan harapan menuju kesepakatan damai yang bisa mengakhiri Perang Korea secara penuh. Sejak usai Perang Korea 1953, Korut dan Korsel pada dasarnya masih dalam status gencatan senjata.


(FJR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG AMERIKA SERIKAT-KOREA UTARA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA ASIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 18-10-2018