Kerja Sama RI-Tiongkok Harus Menguntungkan Kedua Negara

Fajar Nugraha - 09 Februari 2018 17:22 wib
Menlu Retno Marsudi melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Tiongkok Le Keqiang (Foto: Kemenlu RI).
Menlu Retno Marsudi melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Tiongkok Le Keqiang (Foto: Kemenlu RI).

Beijing: Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi melakukan kunjungan kehormatan kepada Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang di Beijing.
 
Dalam pertemuan di Jumat 9 Februari 2018 pagi waktu setempat tersebut, kerja sama bilateral menjadi bahasan utama.
 
"Kita membahas mengenai masalah kerja sama bilateral antara Indonesia dan Tiongkok yang dari waktu ke waktu kita lihat menunjukkan peningkatan," ujar Menlu Retno Marsudi, dalam rekaman video Kemenlu RI yang diterima Medcom.id, Jumat 9 Februari 2018.
 
"Termasuk juga kerja sama ekonomi. Kalau kita lihat angka perdagangan, investasi, pariwisata, semuanya menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan," jelasnya.


Pertemuan Menlu Retno Marsudi dan PM Tiongkok Li Keqiang (Foto: Kemenlu RI).
 
"Dalam pertemuan tadi saya juga menyampaikan pentingnya agar semua kerja sama ini menguntungkan kedua negara," tegas Menlu perempuan pertama RI itu.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan RI, total perdagangan Indonesia dan Tiongkok di bulan Januari hingga November antara 2016-2017 mencapai 24,23 persen atau meningkat dari USD42,4 miliar pada 2016 menjadi USD52,7 miliar pada 2017.
 
Hubungan antara Indonesia dengan Tiongkok sudah terjalin cukup lama. Menlu Retno pun menambahkan bahwa bagi Tiongkok, Indonesia dianggap sebagai mitra yang cukup penting. 
 
Hal tersebut dibuktikan dari pernyataan PM Li bahwa dirinya menerima kunjungam Menlu di saat Tiongkok memasuki hari libur. Menurut Menlu, PM Li menyebutkan bahwa pertemuan dengan Indonesia harus tetap berlangsung karena Indonesia merupakan salah satu mitra terpenting bagi Tiongkok.

(FJR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG INDONESIA-TIONGKOK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA ASIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 24-05-2018