Proyek Kerja Sama RI-Singapura di Kendal Berkembang Pesat

Sonya Michaella - 14 Februari 2018 12:06 wib
Menlu Retno Marsudi usai bertemu Menlu Singapura Vivian Balakrishnan di Kemenlu RI, Jakarta, Rabu 14 Februari 2018. (Foto: Sonya Michaella)
Menlu Retno Marsudi usai bertemu Menlu Singapura Vivian Balakrishnan di Kemenlu RI, Jakarta, Rabu 14 Februari 2018. (Foto: Sonya Michaella)

Jakarta: Kawasan Industri Kendal atau KIK menjadi salah satu bahasan dalam pertemuan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dengan Menlu Singapura Vivian Balakrishnan hari ini.

Menlu Retno menilai kerja sama bilateral dengan Singapura merupakan salah satu kemitraan Indonesia dengan negara sahabat yang kemajuannya cukup baik.

"Kita melihat bahwa proyek kawasan industri Kendal berjalan maju. Terutama pembangunan politekniknya sudah 77 persen prosesnya. Karena waktu itu membangun, memang ada perjanjian untuk proyek politeknik," kata Menlu Retno ketika ditemui di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Rabu 14 Februari 2018.

"Penyewanya juga sudah bertambah. Sampai saat ini sudah ada 36 perusahaan yang ada di kawasan industri Kendal," lanjut Menlu Retno.

Industri Kendal diresmikan Presiden RI Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong pada November 2016.

KIK mempunyai luas sekitar 2.200 HA dan sudah diperluas 1.000 HA.

Nantinya kawsan ini akan menjadi basis produksi garmen, tekstil, kulit, suku cadang otomotif, produk-produk perawatan tubuh, pemrosesan makanan dan kayu.

Total investasi penyewa industri hasil kerja sama Indonesia-Singapura tersebut tercatat mencapai USD360 juta atau setara Rp4,78 miliar.

Baca: Kemenperin Pacu Kawasan Industri Kendal Dongkrak Daya Saing Produk TPT



(WIL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG INDONESIA-SINGAPURA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA ASIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 27-05-2018