DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Indonesia, Negara yang Cepat Bertindak Krisis Rakhine

Sonya Michaella - 08 Maret 2018 19:01 wib
Presiden Joko Widodo bersama para pengungsi etnis Rohingya di Cox's Bazar, Bangladesh (Foto: Kemenlu RI).
Presiden Joko Widodo bersama para pengungsi etnis Rohingya di Cox's Bazar, Bangladesh (Foto: Kemenlu RI).

Jakarta: Indonesia adalah satu-satunya negara di wilayah Asia yang cepat tanggap dan bertindak soal krisis kemanusiaan Rakhine State, Myanmar. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Regional Palang Merah Internasional (ICRC) untuk Indonesia dan Timor Leste, Christoph Sutter.

"Indonesia sangat mendukung perbaikan Rakhine. Selain itu, pemerintahnya juga mendukung organisasi-organisasi yang berusaha membantu Rohingya," kata Sutter, ketika ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis 8 Mei 2018.

Menurutnya, banyak ahli dari Indonesia dan juga ASEAN untuk diajak berunding dan berdiskusi oleh ICRC mengenai penyaluran bantuan ke perbatasan Myanmar-Bangladesh.

"Maka dari itu, ICRC sangat ingin bekerja sama dengan Indonesia tak hanya soal Rakhine, melainkan di Afghanistan, Suriah dan negara-negara konflik yang menyebabkan warganya terdampak," tutur dia.

ICRC sudah berjasa dalam menyalurkan bantuan kepada warga sipil yang terdampak akibat konflik dan bencana alam, lebih dari 100 tahun. ICRC pun yakin bisa terus membangun kerja sama dengan sejumlah organisasi dari Indonesia.

Kendati demikian, ICRC tak ikut campur dalam proses perundingan Myanmar dan Bangladesh, terlebih di persoalan politiknya. Namun, mereka memang bernegosiasi soal akses kemanusiaan yang diperlukan.

Maka dari itu, ICRC tetap berunding dengan para politikus dari kedua negara untuk akses kemanusiaan guna menyalurkan bantuan yang diperlukan pengungsi.


(FJR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG ROHINGYA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA ASIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 17-12-2018