Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.373.849.226 (17 JUNI 2018)

Trump dan Kim Bertemu, Tiongkok Serukan Denuklirisasi Menyeluruh

Willy Haryono - 12 Juni 2018 13:19 wib
Menlu Tiongkok Wang Yi berbicara di Beijing, 12 Juni 2018, mengenai pertemuan dengan Trump dan Kim. (Foto: AFP/GREG BAKER)
Menlu Tiongkok Wang Yi berbicara di Beijing, 12 Juni 2018, mengenai pertemuan dengan Trump dan Kim. (Foto: AFP/GREG BAKER)

Beijing: Tiongkok menyambut baik pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un di Singapura, Selasa 12 Juni 2018, yang dinilai telah sukses menciptakan "sejarah baru."

Beijing menyerukan agar pertemuan tersebut dapat menyelesaikan ketegangan di Semenanjung Korea.

"Fakta bahwa kedua pemimpin dapat duduk bersama dan berbicara memiliki arti penting dan positif, serta telah berhasil menciptakan sebuah sejarah baru," ujar Menteri Luar Negeri Wang Yi kepada awak media, seperti dilansir dari AFP.

Menurut Wang, isu nuklir di Semenanjung Korea erat kaitannya dengan masalah keamanan. Selama ini, Korut mengklaim program nuklirnya bertujuan untuk menjamin keselamatan rezim. 

Namun AS dan komunitas global menginginkan agar Korut mengakhiri program senjata nuklir tersebut, yang berpotensi mengganggu stabilitas serta keamanan kawasan dan global.

Baca: Trump dan Kim Sepakat Proses Menuju Pertemuan Tidak Mudah

"Menyelesaikan isu nuklir, di satu sisi, tentu saja adalah denuklirisasi menyeluruh. Namun di saat bersamaan, harus ada mekanisme perdamaian untuk Semenanjung Korea, untuk menyelesaikan kekhawatiran Korut mengenai masalah keamanan," ungkap Wang.

Negeri Tirai Bambu adalah sekutu utama serta mitra dagang Korut. Namun Tiongkok mendukung serangkaian sanksi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa terhadap Korut atas program senjata nuklir dan misil balistik.

Meski sempat bersitegang, kedua negara mulai berbaikan belakangan ini, dan Kim meminjam pesawat Air China milik Perdana Menteri Li Keqiang untuk berangkat ke Singapura.

Pertemuan Trump dan Kim telah berakhir. Keduanya telah menandatangani dokumen yang berisi lima bahasan, yakni denuklirisasi, diakhirinya Perang Korea, hak asasi manusia, masalah keamanan dan normalisasi hubungan dua negara.

 


(WIL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KOREA UTARA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA ASIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 18-06-2018