DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 46.708.723.881 (21 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Maroko Dukung Indonesia jadi Anggota Tidak Tetap DK PBB

Marcheilla Ariesta - 13 Februari 2018 16:50 wib
Wamenlu AM Fachir (tiga kanan) bertemu Menlu Maroko Mounia Boucetta di Kemenlu RI, Jakarta, Selasa 13 Februari 2018. (Foto: Kemenlu RI)
Wamenlu AM Fachir (tiga kanan) bertemu Menlu Maroko Mounia Boucetta di Kemenlu RI, Jakarta, Selasa 13 Februari 2018. (Foto: Kemenlu RI)

Jakarta: Dukungan bagi Indonesia untuk menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) terus bertambah. Kali ini dukungan datang dari Maroko.

Pernyataan sikap dukungan disampaikan Menteri Luar Negeri Maroko Mounia Boucetta kepada Wakil Menteri Luar Negeri A.M Fachir.

"Kita mengucapkan terima kasih kepada Maroko yang mendukung kita menjadi anggota tidak tetap DK PBB," ujar Wamenlu Fachir, di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu 13 Februari 2018.

"Alhamdulillah," imbuhnya.

Dengan banyaknya dukungan dari negara-negara sahabat, Indonesia yakin bisa meraih posisi sebagai anggota tidak tetap DK PBB.

DK PBB terdiri dari 15 negara anggota, dengan lima di antaranya adalah anggota tetap (Inggris Raya, Amerika Serikat, Rusia, China, dan Prancis). Sepuluh anggota tidak tetap lainnya memiliki masa tugas selama dua tahun.

Sesuai piagam PBB, DK PBB memiliki tugas mempertahankan perdamaian dan keamanan internasional. Lima belas anggota DK PBB wajib menggelar pertemuan saat terjadi krisis keamanan serta perdamaian internasional. Pertemuan juga bisa digelar sesuai usulan negara anggota.

Jika badan PBB lain hanya bisa membuat rekomendasi, maka DK memiliki kuasa untuk membuat resolusi yang wajib dipatuhi semua 193 negara anggota.


(WIL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PBB
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA ASIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 22-10-2018