3 Kemungkinan Motif Pembunuham Kim Jong Nam

Intan fauzi - 17 Februari 2017 22:08 wib
Kim Jong Nam diyakini pernah tinggal di salah villa yang menghadap ke laut di Makau, Tiongkok.AFP/Anthony Wallace
Kim Jong Nam diyakini pernah tinggal di salah villa yang menghadap ke laut di Makau, Tiongkok.AFP/Anthony Wallace

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyebab kematian Kim Jong Nam, kakak tiri pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un, masih misteri. Ironisnya, peristiwa yang jauh dari Tanah Air itu diduga melibatkan wanita asal Indonesia, Siti Aisyah.

Teguh Santoso, pengamat hubungan internasional, menilai, berdasarkan situasi mutakhir di Semenanjung Kores, ada tiga kemungkinan motif kematian Nam. Pertama, kejadian itu peristiwa kriminal biasa.

"Mengingat profil Nam sebagai pria yang gemar bertualang (sering dengan paspor palsu), gemar `main` perempuan, gemar berjudi, dan sering bikin kisruh," kata Teguh, Jumat 17 Februari 2017.

Teguh menyebut tingkat validitas teori motif pertama ini kuat. Kedua, teori pembunuhan politik varian A yang mastermind-nya adalah pihak Korea Utara untuk menyingkirkan Nam.

"Kim Jong Nam digambarkan sebagai pemberontak dan berpotensi mengganggu dan merebut kekuasaan dari Kim Jong Un," jelas Sekretaris Jenderal Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Korea itu.

Namun, tingkat validitas teori ini lemah. Sebab, adanya dugaan keterlibatan dua wanita non-Korut sulit dipercaya. "Pihak Korut sangat tertutup dan sulit melibatkan pihak lain (tidak percaya) apalagi untuk operasi seperti ini," ungkap dia.

Terakhir, teori pembunuhan politik varian B yang mastermind-nya adalah pihak lain di luar Korut. Pihak tersebut bisa saja ingin menyudutkan Korut.

Lokasi pembunuhan di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia, memperkuat teori tersebut. Lokasi yang superpadat itu dinilai dapat mengekspos kasus pembunuhan itu dengan baik. Apalagi, pemberitaan menggambarkan kejadian dengan dramatis.

"Tingkat validitas teori ini sangat kuat. Ada kemungkinan kedua eksekutor (wanita non-Korut) adalah bagian dari operasi, atau bisa juga diarahkan dan didesain sehingga melakukan pembunuhan," papar Teguh.

Dilihat dari latar belakangnya, menurut Teguh, Kim Jong Nam tidak asing bagi pemerhati dinamika politik di Semenanjung Korea, sejak kematian ayahnya, Kim Kong Il, pada Desember 2011. Identitas yang misterius mulai mencuat di banyak pemberitaan.

"Bagi Korea Utara, sejauh ini, Kim Jong Nam dan his secret identity adalah fantasi lain yang dikembangkan musuh-musuh mereka," tukasnya.

Nam mengembuskan napas yang terakhir di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada 13 Februari 2017. Semprotan beracun diduga menjadi penyebab kematiannya.

Rezim Korut disebut-sebut bertanggung jawab atas kematiannya. Dua orang wanita non-Korut, yakni Siti Aisyah asal Indonesia, dan Doan Thi Huong diduga menjadi agen mata-mata Korut.

 


(ICH)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KOREA UTARA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA ASIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 25-04-2017