Lewat Pendidikan Islam, RI-Filipina Bisa Cegah Radikalisme

Sonya Michaella - 14 Februari 2018 17:31 wib
Menlu Retno Marsudi menegaskan Indonesia-Filipina intensifkan kerja sama pendidikan Islam (Foto: Sonya Michaella).
Menlu Retno Marsudi menegaskan Indonesia-Filipina intensifkan kerja sama pendidikan Islam (Foto: Sonya Michaella).

Jakarta: Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi meresmikan Workshop Pendidikan Islam Filipina-Indonesia hari ini. Workshop ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Menlu Retno ke Davao pada awal Januari lalu.
 
"Kerja sama pendidikan ini juga termasuk dalam kerja sama trilateral antara Indonesia, Filipina dan Malaysia. Tapi dengan Filipina, kita memang intensifkan kerja sama pendidikan Islam," kata Menlu Retno, ketika ditemui di Hotel Borobudur, Rabu 14 Februari 2018.
 
"Saat pembukaan tadi, saya sampaikan kerja sama semacam ini bisa dikembangkan dengan pihak lain. Ini adalah suatu berkah sebagai negara dengan penduduk muslim paling besar tetapi kita hidup di kondisi yang multikultural untuk berbagi dengan tujuan menciptakan perdamaian dan kesejahteraan dunia," lanjut dia lagi.
 
Menlu Retno menambahkan bahwa melalui pendidikan Islam ini, dua negara bisa mencegah adanya konflik dan radikalisme.
 
"Kita bisa membebaskan diri dari penolakan dan keterbelakangan, kita bisa menjadikan anak-anak muda ini sebagai agen penyebar perdamaian dan toleransi," ucap dia.
 
Dalam workshop yang digelar hari ini dan besok, tambah dia, akan dibagi menjadi tujuh sesi, yaitu pendidikan Islam di Indonesia, pendidikan Islam di Filipina, kurikulum, pembangunan pendidikan guru Islam dan ulama, orangtua dan komunitas sosial, toleransi di kehidupan Islam, dan peta kerja sama pendidikan.
 
"Di akhir workshop, nanti kita akan menyusun peta kerja sama apa saja yang akan dilakukan Indonesia dan Filipina dalam kerja sama ini," tutur Menlu Retno.
 
Partisipan yang mengikuti mewakili dari berbagai institusi dan kementerian. Dari Filipina ada dari Kemenlu, Kemendikbud, Zamboanga dan Institut of Islamic Study. Dari Indonesia, ada dari Kemenag, Kemenristekdikti, MUI, NU, Muhammadiyah, dan UIN.
 
Menlu Retno pun mengungkapkan rasa optimistisnya dalam kerja sama pendidikan Islam ini akan menjadi kerja sama yang konkret kedepannya.



(FJR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG INDONESIA-FILIPINA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA ASIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 22-02-2018