Tiga Orang Tewas dalam Badai Maring di Filipina

Willy Haryono - 12 September 2017 16:23 wib
Ilustrasi banjir. (Foto: Metrotvnews.com)
Ilustrasi banjir. (Foto: Metrotvnews.com)

Metrotvnews.com, Manila: Sedikitnya tiga orang tewas dan enam lainnya hilang setelah sebuah badai dahsyat memicu banjir di dalam dan sekitar ibu kota Filipina, Selasa 12 September 2017. 

Hujan deras dan angin kencang yang dibawa badai di Manila memicu penutupan sejumlah sekolah, kantor pemerintah dan pertokoan.

Ketinggian air banjir beragam. Terdapat beberapa area di luar Manila yang ketinggiannya mencapai satu meter. 

Sebagian besar korban tewas dan hilang adalah warga miskin yang tinggal di "zona berbahaya" meski pemerintah sudah mengimbau mereka untuk pergi ke tempat aman. 

"Otoritas lokal kami terus mengingatkan bahwa tempat tinggal mereka rentan terkena banjir atau tanah longsor. Tapi mereka tetap tinggal di sana," kata pejabat pertahanan sipil Ronnie Mateo, usai tanah longsor mengubur dua remaja di Manila timur.

Korban tewas lainnya adalah seorang bocah perempuan berumur 12 tahun tenggelam di sungai yang meluap di wilayah pinggiran Manila.

Dinamakan Maring oleh masyarakat lokal, badai menghantam kota Mauban dan bergerak ke arah pulau utama Luzon untuk kemudian melintasi pinggiran Manila. 

Di kota Calamba di selatan Manila, banjir bandang menyapu permukiman kumuh di pinggir sungai, yang membuat enam orang -- termasuk seorang balita -- dinyatakan hilang.

"Ada warga informal yang tinggal di pinggir sungai. Banjir bandang terjadi dan menyapu rumah dua lantai mereka," tutur Noriel Habana, kepala badan penanggulangan bencana Calamba. 

Pakar prakiraan cuaca Renito Paciente mengatakan Maring, dengan putaran angin hingga 100 kilometer per jam, bergerak perlahan di kecepatan 15 km/jam. Hal tersebut semakin memperburuk musibah banjir. 

"Karena bergerak perlahan, badai itu membawa lebih banyak hujan," ungkap Paciente kepada AFP

Mark Timbal, juru bicara Dewan Manajemen Pengurangan Risiko Bencana Nasional, mengatakan sejumlah pemerintah daerah telah memerintahkan evakuasi kepada warga yang tinggal di dataran rendah, pesisir dan area rawan longsor. 

Dalam sebuah tragedi terburuk dalam sejarah Filipina, 7.350 orang tewas atau hilang setelah badai super Haiyan menerjang wilayah pusat pada November 2013.


(WIL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TOPAN BADAI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA ASIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 20-11-2017