DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 46.708.723.881 (21 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Ledakan di Gedung Pemerintah Kabul Tewaskan 12 Orang

Willy Haryono - 11 Juni 2018 17:33 wib
Lokasi sebuah ledakan bom bunuh diri di Kabul, Afghanistan. (Foto: AFP)
Lokasi sebuah ledakan bom bunuh diri di Kabul, Afghanistan. (Foto: AFP)

Kabul: Sedikitnya 12 orang tewas dan 31 lainnya terluka dalam serangan bom bunuh diri di luar area sebuah gedung kementerian di Kabul, Afghanistan, Senin 11 Juni 2018. 

Ledakan terjadi saat para karyawan kementerian hendak pulang ke rumah lebih awal di bulan Ramadan.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Afghanistan Waheed Majroh menyebut ledakan terjadi di pintu gerbang utama Kementerian Rehabilitasi dan Pengembangan Daerah Pedesaan.

Kematian belasan orang juga dikonfirmasi jubir kepolisian Kabul Hashmat Stanikzai. Ia menyebut ledakan terjadi pada pukul 13.00 waktu setempat.

"Seorang pelaku meledakkan diri di pintu gerbang kementerian," tutur Stanikzai kepada AFP.

Sejumlah karyawan yang masih ada di dalam kantor mendengar suara ledakan kencang. "Sebagian besar kolega saya sudah pulang. Saya khawatir terhadap mereka," ujar seorang staf kementerian.

Hingga saat ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan di Kabul. Namun kelompok militan Taliban dan Islamic State (ISIS) belakangan meningkatkan serangan mereka di ibu kota Afghanistan.

Awal Juni lalu, sedikitnya tujuh orang tewas saat seorang pria meledakkan diri di dekat tempat berkumpulnya sejumlah ulama di Kabul, Afghanistan, Senin 4 Juni 2018. 

Peristiwa terjadi tak lama setelah sekelompok ulama Afghanistan mengeluarkan fatwa yang menyatakan aksi terorisme sebagai perbuatan haram.

Taliban belum lama ini mengeluarkan peringatan kepada warga sipil untuk "menjauhi" pusat militer atau agensi intelijen di Kabul.


(WIL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TALIBAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA ASIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 23-10-2018