Temui Para Santri Solo, Menlu Jelaskan Posisi RI untuk Palestina

Sonya Michaella - 13 Januari 2018 11:46 wib
Menlu Retno Marsudi dikelilingi para santri di Pesantren Al Muayyad, Mangkuyudan, Solo, Jawa Tengah (Foto: Dok.Kemenlu RI).
Menlu Retno Marsudi dikelilingi para santri di Pesantren Al Muayyad, Mangkuyudan, Solo, Jawa Tengah (Foto: Dok.Kemenlu RI).

Solo: Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyambangi Pesantren Al Muayyad, Mangkuyudan, Solo, Jawa Tengah. Dalam kunjungan Jumat 12 Januari 2018, Menlu Retno sempat menjelaskan soal keadaan dunia internasional, terutama soal Palestina.
 
Diterima oleh KH Abdul Rozaq Shofawi dan para pengasuh pesantren lainnya, kedatangan Menlu Retno di salah satu  pesantren  Quran tertua tersebut disambut dengan Salawat Badar yang dilantunkan oleh ratusan santriwan dan santriwati.
 
"Bersama kalangan pesantren, Pemerintah Indonesia ingin menjadi garda terdepan dalam menyuarakan Islam Rahmatan Lil Alamin di dunia,” kata Menlu Retno, seperti keterangan tertulis dari Kementerian Luar Negeri RI kepada Medcom.id, Sabtu 13 Januari 2018.
 
Dalam silaturrahmi dengan para santri, Menlu Retno berkesempatan melakukan tanya jawab, terutama soal Palestina.


Menlu Retno Marsudi ditengah-tengah para santri (Foto: Kemenlu RI).
 
Pertanyaan yang muncul mulai dari isu Palestina, Suriah, Afghanistan hingga soal bagaimana bisa menjadi Menteri. Menjawab banyak pertanyaaan santri mengenai peran Indonesia di dunia Islam, Menlu Retno dalam kesempatan tersebut menceritakan perjuangan Indonesia bagi perdamaian dan pembangunan pasca konflik di berbagai belahan dunia.  
 
"Palestina ada di lubuk hati diplomasi Indonesia,” ujar Menlu Retno kepada para santri.
 
Dalam pertemuan dengan para santri, Menlu Retno juga menerima banyak pertanyaan mengenai peran santri dalam diplomasi. Menlu menjelaskan bahwa sejak masa lalu hingga saat ini, diplomasi Indonesia tidak terpisahkan dari peran para diplomat santri. 
 
Menutup pertemuan dengan santri, Menlu Retno mengimbau agar para santri bukan saja menjadi pribadi yang berilmu, tapi juga berakhlaq (berperilaku) mulia, karena para santri adalah wajah dan etalase Islam di indonesia. Santri juga harus ikut membawa semangat kemanusiaan dan kedamaian.



(FJR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG INDONESIA-PALESTINA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA ASIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 22-01-2018