DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 46.708.723.881 (21 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Pengadilan Hong Kong Tolak Banding Pembunuh Dua WNI

Arpan Rahman - 10 Februari 2018 16:09 wib
Warga Inggris Rurik Jutting yang membunuh dua WNI di Hong Kong (Foto: AFP).
Warga Inggris Rurik Jutting yang membunuh dua WNI di Hong Kong (Foto: AFP).

Hong Kong: Pengadilan Hong Kong menolak banding dari seorang bankir Inggris atas hukuman dalam pembunuhan mengerikan terhadap dua perempuan warga negara Indonesia.
 
Tiga hakim Pengadilan Banding mengatakan dalam putusan mereka pada Jumat 9 Februari bahwa banding Rurik Jutting tidak pantas.

(Baca: Bankir Pembunuh WNI kembali Disidang, Pengacara Kritik Hakim).
 
Jutting menjalani hukuman seumur hidup untuk pembunuhan kedua wanita tahun 2014 dalam kasus yang mengejutkan ibu kota finansial Asia, yang memiliki reputasi aman.
 
Seorang juri menuntut Jutting -- yang berpendidikan Universitas Cambridge -- di pengadilan 2016 atas pembunuhan brutal Seneng Mujiasih, 26, dan Sumarti Ningsih, 23.
 
Tim hukum Jutting berargumen bahwa hakim pengadilan tersebut memberikan instruksi yang salah kepada dewan juri sembilan orang saat mengambil sebuah putusan.
 
Mantan karyawan Bank of America menghabiskan berhari-hari dengan menyiksa salah satu korban saat melakukan pesta kokain sebelum memasukkannya ke dalam koper yang ditinggalkan di balkon apartemennya.
 
Jutting tidak menyangkal pembunuhan tersebut. Namun telah berupaya mengaku bersalah melakukan pembunuhan, yang ditolak pengadilan. Pembelanya berpendapat bahwa tindakan dia berada di luar kendali.
 
Pengacara bandingnya mengatakan hakim pengadilan tersebut membuat kesalahan untuk petunjuknya kepada juri dalam menilai gangguan kejiwaan Jutting.
 
Di bawah hukum Hong Kong, 'kekacauan pikiran' yang secara substansial mengganggu tanggung jawab mental dapat digunakan sebagai pembelaan terhadap hukuman pembunuhan.
 
"Kami yakin bahwa arahan hakim dengan benar menerapkan undang-undang tersebut pada bukti yang diajukan di persidangan," kata putusan tersebut, seperti disitir Guardian, Sabtu 10 Februari 2018.
 
Pengacara banding Jutting juga mengatakan bahwa hakim pengadilan salah memberi nasihat pada juri bahwa mereka harus mengajukan putusan yang sama untuk kedua tuduhan tersebut. Terlepas dari perbedaan keadaan dari kedua kematian tersebut.

(FJR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PEMBUNUHAN WNI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA ASIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 22-10-2018