Menkes Klaim Investasi Sektor Kesehatan RI Melonjak Tajam

- 13 Februari 2018 17:35 wib
Menkes Nila F. Moeloek bersama Wamenlu AM Fachir dalam breakfast meeting di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa 13 Februari 2018. (Foto: Kemenlu RI)
Menkes Nila F. Moeloek bersama Wamenlu AM Fachir dalam breakfast meeting di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa 13 Februari 2018. (Foto: Kemenlu RI)

Jakarta: Investasi di sektor kesehatan melonjak tajam. Hal ini diutarakan Menteri Kesehatan, Prof. Nila F. Moeloek, dalam acara breakfast meeting yang dihadiri Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir dan 34 Kepala Perwakilan RI di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa 13 Februari 2018. 

Menkes RI memaparkan pertumbuhan investasi di sektor kesehatan setelah disahkannya Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan.
 
Menurut data Kemenkes RI, total nilai investasi di sektor kesehatan melonjak dua kali lipat sejak disahkannya Inpres dimaksud. 

"Total nilai investasi di industri farmasi berada di angka Rp 2,6 triliun pada periode 2014-2015. Namun sejak disahkannya Inpres Nomor 6 tahun 2016, angka investasi di sektor ini melonjak ke angka Rp 5,38 triliun pada periode 2016-2017," ujar Menkes.

"Sementara peningkatan nilai investasi di industri alat kesehatan naik lebih tinggi lagi, dari Rp 718 miliar di tahun 2014-2015, melompat ke angka Rp 3,91 triliun di tahun 2016-2017," lanjut dia.
 
Kepala Perwakilan RI memiliki peran besar dalam menjaga momentum positif ini. Menkes RI menyampaikan beberapa langkah yang kiranya dapat dilakukan para Kepala Perwakilan untuk terus mengawal tren positif di sektor kesehatan. 

Sejumlah langkah itu di antaranya mencari peluang kerja bagi perawat asal Indonesia, peningkatan ekspor alat-alat kesehatan, peningkatan investasi asing di sektor kesehatan, serta pembentukan kerja sama sister hospital antara rumah sakit di Indonesia dengan yang ada di luar negeri.
 
Sementara itu Wamenlu AM Fachir menyampaikan bahwa Indonesia sebenarnya kebanjiran tawaran kerja sama di bidang industri kesehatan. 

"Seperti disampaikan oleh beberapa Duta Besar kita, beberapa potensi kerja sama yang sudah kita terima sejauh ini, antara lain pengembangan energi nuklir untuk kesehatan dengan International Atomic Energy Agency (IAEA), tawaran pengembangan insulin dan digital health dengan Denmark, tawaran kerja sama pengembangan mobile healthcare untuk wilayah terpencil dengan Belanda, serta pengembangan industri biofarma dengan Prancis," ujar Wamenlu.

Untuk itu, Wamenlu menegaskan pentingnya agar Kemenlu bersama-sama dengan Kemenkes menyusun program kerja untuk segera merealisasikan langkah-langkah diplomasi kesehatan Indonesia demi peningkatan kerja sama internasional di sektor kesehatan.
 
Di hadapan wartawan, Menkes bersama-sama Wamenlu menyampaikan bahwa Kemenlu memegang peranan penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi industri kesehatan asing, namun juga menjadi pemain besar di tingkat dunia, baik sebagai perumus peraturan internasional di sektor kesehatan maupun sebagai global market player, melalui kolaborasi antara Pemerintah dengan seluruh pemangku kepentingan. 

"Indonesia selalu terlibat aktif dalam perumusan peraturan kesehatan di forum internasional. Indonesia, antara lain, merupakan anggota Executive Board WHO tahun 2018-2021, anggota Troika Steering Group Global Health Security Agenda, dan anggota Health Working Group G-20," ujar Menkes.
 
Breakfast meeting ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Rapat Kerja Kepala Perwakilan RI (Raker Keppri) tahun 2018 yang telah dimulai sejak tanggal 12 hingga 15 Februari 2018 dengan mengumpulkan 134 Kepala Perwakilan RI di luar negeri. 

Raker Keppri tahun 2018 difokuskan untuk membahas langkah-langkah diplomasi mengenai isu-isu strategis nasional, termasuk sektor kesehatan, sebagaimana disampaikan oleh Presiden Joko Widodo pada pembukaan Raker Keppri sehari sebelumnya.


(WIL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG DIPLOMASI LUAR NEGERI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA ASIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 24-05-2018