Sekjen PBB Minta Pemimpin Korut Diskusikan Krisis Nuklir

Willy Haryono - 10 Februari 2018 11:24 wib
Sekjen PBB Antonio Guterres dalam malam pembukaan Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang, Korsel, 9 Februari 2018. (Foto: AFP/POOL/FLORIAN CHOBLET)
Sekjen PBB Antonio Guterres dalam malam pembukaan Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang, Korsel, 9 Februari 2018. (Foto: AFP/POOL/FLORIAN CHOBLET)

Pyeongchang: Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres meminta Kepala Negara Korea Utara Kim Yong-nam untuk mengambil pendekatan dialog dalam upaya krisis nuklir di Semenanjung Korea. 

Permohonan disampaikan Guterres saat dirinya makam malam bersama Kim menjelang pembukaan Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang, Korea Selatan, Jumat 9 Februari 2018 malam. 

"Dia berdialog singkat dengan Presiden Kim," ujar juru bicara PBB Farhan Haq, seperti dilansir AFP

"Guterres menekankan ekspektasinya agar semua kubu menggunakan jalur dialog untuk mencapai denuklirisasi di Semenanjung Korea secara damai,' lanjut dia. 

Kim Yong-nam memimpin delegasi Korut ke Olimpiade. Delegasi meliputi Kim Yo-jong, adik perempuan dari pemimpin agung Kim Jong-un. Haq menyebut Guterres tidak bertemu dengan adik Kim pada malam itu.

Baca: Adik Perempuan Kim Jong-un di Pembukaan Olimpiade Korsel

Dialog Guterres dengan Kim Yong-nam sejauh ini merupakan pertemuan level tertinggi antar kepala PBB dengan Korut. 

Sebelumnya Guterres telah bertemu menteri luar negeri dan duta besar Korut untuk PBB. Kim Yong-nam memiliki jabatan presiden presidium Dewan Rakyat Agung Korut, yang secara teknis menjadikannya kepala negara. 

Selama ini, Guterres merupakan pendukung utama penurunan ketegangan antara Pyongyang dengan Seoul. Ia menilai Olimpiade ini dapat dijadikan basis agar kedua Korea berdialog damai.

"Kami berharap Olimpiade ini akan membuka jendela kesempatan untuk diadakannya pendekatan diplomatik yang lebih kuat demi denuklirisasi di Semenanjung Korea," sebut Guterres. 

Sementara itu Amerika Serikat tetap skeptis terhadap Korut. Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley menyebut keikutsertaan Korut dalam Olimpiade hanya "pengalih perhatian," sedangkan Wakil Presiden Mike Pence memutuskan tidak menghadiri acara makan malam di upacara pembukaan.

 


(WIL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PBB
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA ASIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 22-05-2018