DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Puan Cerita Komitmen Indonesia Jamin Keselamatan Pasien di Jepang

- 15 April 2018 00:20 wib
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

Tokyo: Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani menghadiri The 3rd Global Ministerial Summit on Patient Safety di Tokyo, Jepang, Sabtu, 14 April 2018. Puan berkesempatan menyampaikan pidato pandangan pemerintah Indonesia tentang jaminan keselamatan pasien. 

Program keselamatan pasien yang diatur Undang-Undang Rumah Sakit, menjadi poin pidato Puan di hadapan 44 perwakilan negara yang hadir. Puan menekankan jaminan keselamatan pasien menjadi komitmen pemerintah Indonesia.

“Semua pasien yang cedera wajib ditangani rumah sakit. Tidak boleh ada yang ditolak,” ucap Puan melalui keterangan tertulisnya, Sabtu, 14 April 2018.

Puan menjelaskan, pemerintah Indonesia telah membentuk Komite Nasional untuk Keselamatan Pasien. Keselamatan pasien jadi bagian dalam kebijakan jaminan kesehatan melalui Kartu Indonesia Sehat yang jadi program unggulan Presiden Joko Widodo.

Puan lalu membeberkan langkah pemerintah Indonesia mengembangkan strategi menetapkan prioritas pencegahan dan pengendalian infeksi, menerapkan daftar pemeriksaan keselamatan bedah dari World Health Organization (WHO) untuk memastikan pasien ditangani sesuai SOP. Puan juga menjelaskan pemerintah Indonesia sedang mengembangkan pedoman penanganan area spesifik yang memiliki risiko tinggi pada pelayanan kesehatan.

"Untuk memastikan kualitas pelayanan kesehatan, kami mengharuskan rumah sakit diakreditasi setiap tiga tahun guna meningkatkan kualitas dan keselamatan pasien melalui pendekatan manajemen risiko,” ucap politisi PDI Perjuangan itu.

Di ujung pemaparannya, Puan menegaskan Indonesia berkomitmen menyediakan akses pelayanan kesehatan berkualitas untuk mencapai Cakupan Kesehatan Universal (UHC) pada 2019. Komitmen tersebut, kata, sejalan dengan Global UHC 2030.



Puan menyebut saat ini jaminan kesehatan nasional di Indonesia telah mencapai 74 persen penduduk, atau lebih dari 195 juta jiwa. Ia berharap Deklarasi Tokyo tentang Keselamatan Pasien yang menjadi hasil akhir pertemuan ini dapat mendorong perubahan sistem dan praktik pelayanan kesehatan, jaminan kesehatan, edukasi, kolaborasi pemerintah, dan swasta. Dengan begitu upaya keselamatan pasien dan UHC dapat tercapai efektif.

Kegiatan The 3rd Global Ministerial Summit on Patient Safety antara lain dihadiri Presiden Swiss Doris Leuthard, 15 menteri perwakilan negara, dan delapan organisasi internasional. Tiga organisasi dunia di antaranya yakni WHO, World Bank, dan ADB Institue.


(AGA)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PUAN MAHARANI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA ASIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 19-12-2018