Menhan RI-Vietnam Bahas Nuklir Korut dan Krisis Rakhine

Sonya Michaella - 13 Oktober 2017 18:19 wib
Menhan RI Ryamizard Ryacudu (kanan) berjabat tangan dengan Menhan Vietnam Ngo Xuan Lich di Kemenhan, Jakarta, Jumat 13 Oktober 2017. (Foto: MI/ARIZONA SUDIRO)
Menhan RI Ryamizard Ryacudu (kanan) berjabat tangan dengan Menhan Vietnam Ngo Xuan Lich di Kemenhan, Jakarta, Jumat 13 Oktober 2017. (Foto: MI/ARIZONA SUDIRO)

Metrotvnews.com, Jakarta: Konflik Korea Utara (Korut) dan krisis kemanusiaan di Rakhine State yang memaksa banyak penduduk mengungsi ke Bangladesh menjadi dua dari sejumlah bahasan dalam kunjungan Menteri Pertahanan Vietnam Ngo Xuan Lich ke Jakarta.

Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu mengatakan, konflik Korut harus segera diselesaikan. Ia khawatir eskalasi konflik ini bisa melebar jika dibiarkan.

“Masing-masing negara (Indonesia dan Vietnam) mengimbau agar Korut menahan diri. Ini bisa membahayakan dunia dan kita jelas tidak ingin sesuatu yang berbahaya terjadi,” kata Ryamizard, di Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, Jumat 13 Oktober 2017.

“PBB itu harus tempel ketat terus Korut ini,” tegas dia lagi.

Korut mendapat serangkaian sanksi atas uji coba nuklir dan misil. Pemimpin Korut Kim Jong-un menegaskan program nuklir diperlukan untuk mempertahankan kedaulatan negara dari berbagai ancaman, terutama dari Amerika Serikat (AS).

Sementara itu terkait konflik di Rakhine State, Menhan Ryamizard menilai ratusan ribu pengungsi Rakhine -- sebagian besar Rohingya -- berpotensi melakukan aksi nekat, semisal menjadi militan atau bergabung dengan grup yang sudah ada seperti Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA).

Konflik terbaru di Rakhine dipicu serangan ARSA terhadap sejumlah pos polisi Myanmar pada 25 Agustus. Militer Myanmar membalasnya dengan operasi perburuan militan.

“Itu bisa jadi. Ya kan mereka bingung. Di sana tidak diterima, di sini tidak diterima," tukas dia.

Lebih dari 500.000 pengungsi Rakhine melarikan diri ke Bangladesh sejak bulan lalu. Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut masalah di Rakhine dan Bangladesh sebagai krisis pengungsian yang paling cepat meningkat.


(WIL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG INDONESIA-VIETNAM
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA ASIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 11-12-2017