Listrik Padam dan Banjir saat Siklon Landa Tonga

Arpan Rahman - 13 Februari 2018 10:05 wib
Banjir yang melanda Tonga akibat badai siklon yang melanda (Foto: AFP).
Banjir yang melanda Tonga akibat badai siklon yang melanda (Foto: AFP).

Nuku'alofa: Pemandangan kehancuran tampak, pada Selasa, setelah topan paling kuat yang pernah tercatat di ibu kota Tonga mengahantam atap gedung, tiang listrik, dan menyebabkan banjir yang meluas. Akibatnya memicu keadaan darurat di negara Pasifik kecil ini.
 
Petugas manajemen bencana veteran terkejut dengan ganasnya Topan Gita karena mengepulkan angin 230 km per jam di pulau Tonga yang paling padat penduduknya, Tongatapu.
 
Bangunan kayu bersejarah di jantung Nuku'alofa, termasuk bagian dari parlemen Tonga, runtuh kala badai tersebut melanda semalam.
 
Tiang-tiang dan pepohonan yang tumbang menghalangi jalan dan atap seng yang lepas dari rumah-rumah mengotori ibu kota.
 
"Malam itu sangat buruk," kata Graham Kenna, dari Kantor Gawat Darurat Nasional, kepada Radio New Zealand.
 
"Saya telah terlibat dalam tanggap bencana selama 30 tahun lebih dan ini adalah situasi terburuk yang pernah saya hadapi," sambungnya seperti dilansir AFP, Selasa 13 Februari 2018.
 
Namun para pejabat mengatakan hal itu bisa saja lebih buruk. Badai tersebut tidak mencapai Kategori Lima kategori teratas seperti yang ditakutkan. Tidak ada kematian yang dikonfirmasi hingga Selasa pagi.
 
Angin puyuh memutus daya ke Tongatapu pada Senin malam. Puncaknya pada dini hari Selasa ketika para penduduk yang ketakutan berhamburan keluar rumah.
 
Pihak militer membantu membersihkan jalan pada awalnya, memungkinkan tim pembersihan untuk bergerak dan menilai tingkat kerusakan.
 
Di tengah badai, jaringan telepon terus beroperasi dan sebagian besar dari 75.000 penduduk di Tongatapu berbagi pengalaman mereka secara daring.
 
Koresponden TVNZ di Pasifik mengatakan bahwa topan tersebut terdengar seperti 'kereta pengangkut yang menjerit'.
 
Badai telah menciptakan malapetaka saat menggusur Samoa pada akhir pekan. Pihak berwenang di Tonga mengumumkan keadaan darurat sebelum menerpa Nuku'alofa.
 
Sementara banjir meluas, Kenna mengatakan dampak badai di dataran Tongatapu juga tidak seperti yang diperkirakan. Badai juga melintas tepat di sebelah selatan ibukota dan bukannya membuat langsung turun di sana.
 
Namun para peramal memperingatkan ancaman Gita belum berakhir dan masih bisa mencapai Kategori Lima saat berarak menuju ke pulau terpencil Fiji, Ono-i-Lau, pada Rabu dini hari.
 
Philip Duncan, kepala prakirawan di layanan Cuaca Selandia Baru, mengatakan bahwa topan berikutnya bisa menyapu Pulau Norfolk dan Kaledonia Baru sebelum menghilang di atas Selandia Baru, pekan depan.
 
Selandia Baru mengumumkan bantuan sebesar NZD750.000 (USD544.000) dan mengerahkan sebuah pesawat angkatan udara untuk mengirim pasokan ke Tonga.
 
Siklon biasa terjadi di Pasifik pada saat awal tahun. Badai Kategori Lima telah terbukti sangat dahsyat saat menyapu daratan.
 
Topan Winston membunuh 44 orang di Fiji pada 2016, dan Topan Pam menewaskan 11 orang dan merusak 65.000 rumah di Vanuatu pada 2015.



(FJR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BADAI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA ASIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 22-05-2018