DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Diduga Pasok Barang ke Korut, 2 Perusahaan Singapura Diselidiki

Arpan Rahman - 14 Maret 2018 17:25 wib
Dua perusahaan Singapura diduga pasok barang mewah ke Korea Utara (Foto: AFP).
Dua perusahaan Singapura diduga pasok barang mewah ke Korea Utara (Foto: AFP).

Singapura: Otoritas Singapura memulai penyelidikan terhadap dua perusahaan yang berbasis di Singapura.

Menurut keterangan Kementerian Luar Negeri Singapura (MFA), keduanya dituduh memasok barang mewah ke Korea Utara yang melanggar sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa.
 
(Baca: Dua Perusahaan Singapura Diduga Pasok Miras ke Korut).
 
"Pihak berwenang kami telah memulai penyelidikan terhadap perusahaan-perusahaan ini. Namun, kami tidak dapat memberikan rincian tambahan karena penyelidikan sedang berlangsung," kata juru bicara MFA kepada Channel News Asia, Rabu 14 Maret 2018.
 
"Singapura akan terus bekerja sama erat dengan dan membantu panel PBB dalam penyelidikannya sejauh mungkin," sambung jubir MFA.
 
Kedua perusahaan tersebut, OCN dan T Specialist, perusahaan sejenis yang memiliki direktur yang sama.
 
Menurut sebuah laporan BBC, pada Selasa 13 Maret, dengan mengutip naskah laporan PBB yang bocor, lebih dari USS2 juta (setara USD2,6 juta) dalam transaksi antara 2011-2014 mengalir dari rekening yang dibuat kedua perusahaan di sebuah bank Korut, Daedong Credit Bank, ke rekening bank T Specialist di Singapura.
 
Transaksi tersebut diduga berasal dari penjualan barang di Korut. Laporan terakhir PBB, yang diserahkan ke Dewan Keamanan PBB, kemungkinan akan dipublikasikan akhir pekan ini.
 
Menurut sanksi PBB, adalah ilegal untuk secara langsung atau tidak langsung memasok barang-barang mewah ke Korut.
 
MFA mengulangi pada Rabu bahwa Singapura mengambil kewajibannya di bawah Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNSCR) 'dengan serius' dan 'menerapkannya dengan teliti'.
 
Ditambahkan dalam jawaban MFA kepada Channel NewsAsia bahwa Otoritas Moneter Singapura (MAS) juga telah meningkatkan pengawasannya terhadap lembaga keuangan (FI) untuk 'fokus pada kegiatan terkait Korut yang dilarang'.


(FJR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KOREA UTARA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA ASIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 17-12-2018