Perkuat Kerja Sama Bisnis, Fokus Kunjungan Emir Qatar ke Indonesia

Marcheilla Ariesta - 13 Oktober 2017 17:07 wib
Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia (Foto: AFP).
Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Jakarta: Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia. Ini adalah kunjungan balasan dari lawatan Presiden Joko Widodo pada 2015 lalu.

(Baca: Emir Qatar Kunjungi Indonesia Pekan Depan).
 
Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri Sunarko menuturkan kunjungan ini disambut positif oleh pemerintah Indonesia. Lawatan kali ini dianggap sebagai bentuk komitmen 49 tahun hubungan bilateral kedua negara.
 
"Serangkaian persiapan sudah dilakukan, yang paling penting pertemuan bilateral dengan Presiden Joko Widodo dan delegasi Indonesia," ujar Sunarko saat ditemui dalam  jumpa pers di Kementerian Luar Negeri, Jumat 13 Oktober 2017.
 
Berbagai isu dibahas, termasuk peluang kerja sama, utamanya ekonomi dan perdagangan. Menurut mantan Wakil Duta Besar RI untuk Arab Saudi ini, potensi ekonomi dan energi Qatar cukup besar.
 
Di luar itu, ada forum bisnis antara pengusaha Qatar dengan Indonesia yang akan dilakukan di 18 Oktober di Jakarta. Sebanyak 50 pengusaha asal Qatar dan 150 dari Indonesia akan hadir dalam acara tersebut.
 
"Para pebisnis dari sektor utama energi dan investasi perdagangan dan industri. Ada juga pebisnis di sektor lain, seperti makanan dan olahan consumer product," tuturnya.
 
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir menuturkan moratorium tenaga kerja Indonesia (TKI) juga menjadi bahasan kedua pemimpin negara. "Moratorium TKI saat ini sudah jelas kita lakukan, tetapi kita dorong tenaga skill profesional yang sektor perhotelan dan rumah sakit itu terus dikembangkan," katanya.
 
Saat ini, Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Qatar sebagai pekerja profesional sekitar 30 ribu jiwa.
 
Dia juga menuturkan isu kawasan juga menjadi perhatian, termasuk perkembangan di Timur Tengah dan ASEAN. Indonesia, jelas Arrmanatha, selalu siap membantu selesaikan krisis di Qatar jika diperlukan.
 
Selain perdagangan, kerja sama kedua negara juga mencakup bidang kesehatan, kebudayaan, pemuda dan olah raga, serta transportasi udara. Diharapkan ada kerja sama antar otoritas pelabuhan Qatar dengan Pelindo untuk kerja sama lebih konkret.
 
Nilai perdagangan kedua negara mencapai USD900 juta dengan ekspor otomotif, furnitur, sepatu dan plastik. Sementara itu, Indonesia mengimpor minyak dari Qatar.

(FJR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG INDONESIA-QATAR
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA ASIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 20-10-2017