DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 46.708.723.881 (21 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Pengungsi Afghanistan Dihadapkan pada Dua Pilihan Sulit

Arpan Rahman - 10 Februari 2018 18:00 wib
Pakistan menampung sekitar 1,4 juta pengungsi terdaftar dari Afghanistan. (Foto: AFP / AAMIR QURESH)
Pakistan menampung sekitar 1,4 juta pengungsi terdaftar dari Afghanistan. (Foto: AFP / AAMIR QURESH)

Islamabad: Kematian menanti di Afghanistan, kata pengungsi lokal Mohammad Wali. Ia memilih bertahan hidup dalam kondisi menyedihkan di kamp Pakistan ketimbang harus pulang kampung dan terbunuh.

Islamabad sudah semakin menekan pengungsi Afghanistan dalam beberapa pekan terakhir. Mereka mengklaim bahwa sejumlah militan bersembunyi di kamp-kamp Pakistan dan meminta semua pengungsi Afghanistan dipulangkan sebagai bagian dari kampanye memerangi ekstremisme.

Tapi di Afghanistan, hampir empat dekade setelah invasi Soviet memicu eksodus pengungsi, kelompok militan Taliban bangkit kembali. Warga sipil berulang kali menjadi korban dalam pertempuran antara Taliban dengan pemerintah. 

Beberapa hari setelah serangkaian serangan mematikan menewaskan lebih dari 130 orang, Wali mengatakan sebagian besar kabar terbaru di Afghanistan yang didapat dari keluarganya via sambungan telepon hanyalah berita buruk. 

"Mereka mengatakan kepada saya tentang serangan teror dan bom, tidak ada yang lain," kata penjual buah itu, seperti dilansir AFP, Sabtu 10 Februari 2018.

Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa, Pakistan menampung sekitar 1,4 juta pengungsi terdaftar dari Afghanistan. Sebanyak 700.000 lainnya yang tidak berdokumen juga diyakini tinggal di negara tersebut.

Orang-orang Pakistan telah lama memandang para pengungsi Afghanistan dengan rasa curiga. Terdapat pula pengakuan sejumlah pengungsi yang mengaku dilecehkan atau diperas oleh aparat keamanan Pakistan.

"Bahkan topi kita juga diambil (oleh polisi)," kata Wali.

Repatriasi Pengungsi

Dalam beberapa pekan terakhir retorika anti-pengungsi oleh para pejabat Pakistan kembali memanas. Hal ini terjadi di tengah tekanan Amerika Serikat (AS) bahwa ada beberapa titik di Pakistan yang menjadi tempat perlindungan militan.

"Pakistan telah menekankan perlunya pemulangan kembali pengungsi Afghanistan karena kehadiran mereka memungkinkan teroris berbaur di kalangan warga sipil," kata Kementerian Luar Negeri Pakistan.

Tekanan muncul seiring memburuknya opini publik Pakistan terhadap para pengungsi. Sejumlah warga lokal mengatakan orang Afghanistan telah melewati batas waktu tinggal mereka.

"Sudah cukup, kami melayani mereka selama 40 tahun, berbagi rumah kami, dan memperlakukan mereka sebagai tamu," kata warga Peshawar, Mehmood Khan.

Badan pengungsi PBB mengingatkan bahwa pemulangan paksa atau repatriasi tidak dapat dilakukan Pakistan. Para pengungsi itu harus pulang secara sukarela.


(WIL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KONFLIK AFGHANISTAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA ASIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 22-10-2018