Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.400.516.227 (19 JUNI 2018)

Pengusaha Tiongkok Harap Sanksi Ekonomi Korut Dicabut

Sonya Michaella - 14 Juni 2018 18:11 wib
Jembatan Persahabatan yang menghubungkan Tiongkok dengan Korea Utara. (Foto: AFP)
Jembatan Persahabatan yang menghubungkan Tiongkok dengan Korea Utara. (Foto: AFP)

Liaoning: Teng Wei sudah lebih dari 20 tahun menjual berbagai produk plastik di kota Dandong, Liaoning, Tiongkok. Namun, penjualan kini menurun seiring pembatasan masuknya barang-barang impor ke Korea Utara (Korut).

Terletak di timur laut Tiongkok, Dandong adalah pintu gerbang masuk ke Korut dari Tiongkok yang dihubungkan dengan Jembatan Persahabatan, menyeberangi Sungai Yalu.

Pengusaha seperti Teng ternyata menaruh harapan besar usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bertemu dengan pemimpin Korut Kim Jong-un. Ia berharap sanksi ekonomi terhadap Korut segera dicabut.

"Saya hanya berusaha mempertahankan bisnis. Penjualan sempat turun hingga 80 persen," kata Teng, dikutip dari Channel News Asia, Kamis 14 Juni 2018.

Penduduk Dandong, terutama yang berwiraswasta, mengaku bahwa mereka kerap menggantungkan hasil penjualan dari Korut. Ketika jalan masuk ke Korut ditutup, lantas mereka beralih ke bidang lainnya namun tak berhasil.

"Karena sanksi, kami tak bisa melakukan bisnis dengan Korut, jadi kami harus memutar otak lagi untuk mencari makan," ujar Liu Xian Cheng, salah seorang pemilik toko pakaian.

Menurut statistik resmi, perdagangan Tiongkok dan Korut turun sekitar 60 persen pada kuartal pertama 2018, dibandingkan dari tahun lalu.

Penduduk juga mengatakan, arus truk-truk yang menyeberangi Jembatan Persahabatan kini sudah jarang terlihat, meski perbatasan masih dibuka.

Kini, mereka optimistis agar sanksi ekonomi Korut dicabut setelah Kim bertemu dengan Trump di Singapura, 12 Juni kemarin.

(FJR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KOREA UTARA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA ASIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 20-06-2018