Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.659.184.273 (20 JULI 2018)

Diplomasi Membumi Kemenlu untuk Rakyat Indonesia

Sonya Michaella - 12 Juli 2018 11:50 wib
Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI Cecep Herawan. (Foto: Kemenlu RI).
Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI Cecep Herawan. (Foto: Kemenlu RI).

Jakarta: Diplomasi harus membumi. Setidaknya, inilah pesan yang disampaikan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi terkait dengan diplomasi di sosial media.
 
Baca juga: Teknologi dan Sosial Media jadi Aset Diplomasi.
 
Hal yang sama kembali diulang oleh Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI Cecep Herawan. Ia mengatakan, sasaran utama diplomasi melalui sosial media adalah masyarakat.
 
"Tujuan kami untuk melebarkan sosial media seperti Instagram dan Twitter tentu untuk berkomunikasi dengan masyakarat dan juga mengedukasi masyarakat," kata Cecep di acara International Seminar on Digital Diplomacy, di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Kamis 12 Juli 2018.
 
"Kita sebagai diplomat sangat penting menjaga komunikasi dengan masyakarat. Salah satu cara ya lewat sosial media," lanjut dia.
 
Cecep menuturkan, pada 2002, Kemenlu hanya memiliki satu platform untuk berkomunikasi dengan masyarakat yaitu website resmi di kemlu.go.id.
 
Seiring berjalannya waktu dan kemajuan teknologi yang amat pesat, Kemenlu kini telah memiliki akun Twitter, Facebook dan Instagram.
 
Cecep pun memberi contoh, hanya dengan karakter yang terbatas di Twitter, Kemenlu bisa membagikan informasi yang penting kepada masyarakat Indonesia.
 
"Dengan negara lain jelas tidak bisa dikatakan bersaing. Kami sama-sama berkebutuhan untuk memberi informasi dan berkomunikasi dengan masyarakat," tutur mantan Wakil Duta Besar RI di Korea Selatan ini.
 
Tak hanya itu, Kemenlu pun kini memiliki aplikasi bernama Safe Travel untuk alat proteksi diri dari WNI yang berwisata ke luar negeri hanya dengan satu sentuhan.


(FJR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KEMENLU
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA ASIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 21-07-2018