DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.121.521.604 (20 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Penunggang Rodeo Tewas Seketika Akibat Diinjak Banteng

Arpan Rahman - 13 Juli 2018 09:21 wib
Ilustrasi oleh Medcom
Ilustrasi oleh Medcom

Paranaiba: Penunggang rodeo langsung tewas ketika lehernya patah sesudah diinjak-injak kaki belakang banteng yang mengamuk saat final kejuaraan di Brasil.
 
Meskipun mengenakan helm dan rompi pelindung, Ueliton Flavio de Oliveira, terluka parah saat ia melompat dari banteng itu. Kemudian tergelincir dan jatuh di bawah kuku kaki sang hewan sesaat setelah memasuki arena.
 
Rekaman video dan monitor TV yang merekam acara tersebut menangkap momen mengerikan hewan berjingkrak, melintir bagian belakangnya, lalu menginjak penunggang yang jatuh di depan arena yang padat penonton.
 
Situs Metro.co.uk telah memutuskan untuk tidak menunjukkan rekaman ini karena sifatnya yang mengerikan.
 
Penunggang profesional berusia 24 tahun itu tetap tidak bergerak di tanah saat tim penyelamat dan tim medis bergegas membantunya.
 
Oliveira bersaing di semi final edisi ke-56 Pameran Pertanian Paranaiba yang diadakan di kota Brazil barat tengah dan menduduki peringkat ke-11 dalam klasemen sementara.
 
Dia membutuhkan tunggangan yang bagus untuk mendapatkan tambahan pada nilai yang menjanjikan hadiah tertinggi 15.000 reais (Rp57 juta) dan telah menyelesaikan waktu minimum. Tinggal delapan detik di atas tunggangannya, menunggu bel berbunyi untuk kesuksesannya, ketika kecelakaan terjadi sekitar pukul 22:00 waktu setempat pada 8 Juli.
 
Tepat setelah diinjak-injak, wasit rodeo meminta bantuan medis. Tetapi menurut tim pertolongan pertama yang terlihat berlari dengan tandu ke arah korban yang diserang, Oliveira menderita 'pukulan tepat di tengkuk lehernya' dan kematian segera terjadi.
 
Acara itu dibatalkan dan polisi dipanggil tatkala penonton yang trauma menangis pilu dan memberi penghormatan kepada sang penunggang muda.
 
Penyelenggara Rodeo, Bruno Cicuto berkata: "Kami benar-benar sedih dengan kematian ini. Sayangnya, kami tahu bahwa apa yang terjadi dapat muncul kapan saja karena ini adalah olahraga yang sangat berbahaya."
 
Dalam sebuah pernyataan Expopar berkata: "Kami tidak memiliki kata-kata untuk menggambarkan kehilangan dan kesedihan pada kematian Ueliton.
 
"Kami kehilangan seorang pahlawan yang mewakili kota kami, Paranaiba, di liga nasional di Brasil dan itu akan menjadi kenangan akan dirinya yang akan kami pegang teguh," tambahnya, seperti dilansir Metro.co.uk, Kamis 12 Juli 2018.
 
Ini kematian kedua yang terjadi di musim rodeo tahun ini di Brasil. Pada Mei, penunggang banteng juara Giliard Antonio, 24, meninggal sesudah diinjak-injak di dada saat berlaga di Pameran Pertanian dan Perdagangan Komersial Maringa ke-46 (Expoinga) di Brasil Selatan.


(FJR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PERISTIWA UNIK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA DUNIA UNIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 21-11-2018