Lebih dari 100 Kuda Nil di Namibia Mati Karena Anthrax

Marcheilla Ariesta - 12 Oktober 2017 18:06 wib
Ratusan kuda nil mati akibat virus anthrax (Foto: Independent).
Ratusan kuda nil mati akibat virus anthrax (Foto: Independent).

Metrotvnews.com, Windhoek: Lebih dari 100 kuda nil tewas di Taman Nasional Kecil di Namibia. Menurut Menteri Lingkungan Negara Namibia, penyebab kematian ratusan kuda nil itu karena virus anthrax.
 
The Independent, Kamis 12 Oktober 2017 melaporkan, 100 kuda nil tersebut mati dalam kurun satu pekan di Taman Nasional Bwabwata Barat. Hal ini disampaikan Deputi Direktur Taman Nasional Apollinaris Kannyinga.
 
Dia mengatakan wabah itu mulai menyebar pada hari Minggu di Minggu lalu. Kannyinga mengatakan terakhir memberitaku ada 10 kuda nil yang mati pada Minggu kemarin, namun angkanya terus meningkat selama pekan ini.
 
"Seperti yang kami bicarakan, angka kematian sudah mencapai 109 kuda nil. Kami menduga penyebabnya wabah adalah anthrax, tapi tim dokter hewan kami tetap mengkonfirmasi itu. Kami melihat salah satunya di Tanzania, angkanya sama tingginya dengan di Namibia." kata Kannyinga.
 
Kannyinga menuturkan akan menghentikan penduduk setempat yang mencoba mengais daging dari kuda nil yang mati, karena binatang liar lainnya memangsa binatang yang mati.
 
Populasi kuda nil di Namibia diperkirakan mencapai 1.300 oleh pejabat pemerintah, sebelum kematian terakhir.
 
Sementara itu, Anthrax disebabkan oleh spora bakteri, Bacillus anthracis, dan mempengaruhi sekitar 2.000 orang per tahun di Afrika, Namun, penyakit ini lebih sering terjadi pada hewan.
 
Menurut Centers for Disease Control AS, penyakit menular yang serius dapat terjadi dengan sentuhan, menghirup atau menelan spora, yang ada dalam air dan tanah selama bertahun-tahun.
 
Hewan domestik dan liar seperti sapi, domba, kambing, kijang dan rusa dapat terinfeksi saat mereka menghirup atau menelan spora di tanah, tanaman, atau air yang terkontaminasi. Hewan-hewan yang pernah memiliki antraks harus diberikan vaksinasi agar wabahnya tidak menyebar.
 
Anthrax paling sering terjadi di daerah pertanian di Amerika Tengah dan Selatan, sub-Sahara Afrika, Asia tengah dan barat daya, Eropa selatan dan timur dan Karibia.



(FJR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PERISTIWA UNIK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA DUNIA UNIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 23-10-2017