DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 20.111.547.901 (22 SEP 2018)

Mi Ramen Jadi Alat Tukar Berharga di Penjara AS

Willy Haryono - 23 Agustus 2016 14:12 wib
Mi ramen telah menjadi komoditas berharga di penjara AS. (Foto: Getty)
Mi ramen telah menjadi komoditas berharga di penjara AS. (Foto: Getty)

Metrotvnews.com, Washington: Sebuah studi terbaru menunjukkan mi ramen telah menggantikan rokok sebagai alat tukar paling berharga di sejumlah penjara di Amerika Serikat (AS). 

Perubahan ini disebut-sebut terjadi akibat menurunnya kuantitas serta kualitas makanan dalam sistem penjara Negeri Paman Sam. 

"Karena murah, enak dan kaya kalori, ramen telah menjadi sangat bernilai untuk ditukarkan dengan barang lain," kata kepala studi Michael Gibson-Light, seperti dilansir BBC, Senin (22/8/2016). 

Gibson-Light mengatakan staf dan narapidana di sejumlah penjara yang ia kunjungi mengeluhkan menurunnya jumlah serta kualitas makanan yang disediakan pemerintah dari tahun ke tahun. Jika tidak ada perubahan, dikhawatirkan terjadi implikasi serius. 

"Para narapidana kesal dengan kualitas dan kuantitas makanan penjara, sehingga mereka mengandalkan mi ramen - komoditas murah dan tahan lama - sebagai bentuk lain dari uang," ujar Gibson-Light. 

"Bentuk uang tidak sering dan mudah berubah, bahkan dalam perekonomian penjara sekalipun. Terjadinya suatu masalah besar adalah pemicu perubahan seperti itu," sambung dia. 

Ekonomi Barter


Penjara supermax di Colorado. (Foto: AFP)

Mi ramen di penjara AS biasa ditukar untuk berbagai barang, seperti makanan lain, pakaian, produk kesehatan atau bahkan jasa mencuci dan pembersihan kamar. Beberapa narapidana juga menggunakan mi ramen sebagai bahan taruhan saat bermain kartu atau olahraga. 

Selain rokok, mi ramen juga menggantikan alat tukar lain yang biasa digunakan di penjara, seperti perangko dan amplop. 

Perubahan alat tukar ini terjadi di banyak grup di sejumlah penjara AS, dan bukan karena adanya larangan peredaran rokok. Gibson-Light mendorong adanya riset lain untuk menyelidiki dampak dari berkurangnya makanan terhadap narapidana. 

Berdasarkan data Biro Penjara AS, pemerintah menghabiskan sekitar USD48,5 miliar atau Rp641 triliun untuk keperluan narapidana pada 2010, 5,6 persen lebih kecil dibanding 2009.


(WIL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PERISTIWA UNIK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA DUNIA UNIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 25-09-2018